Tanah Longsor di Wantal Lamba Leda, Porak Porandakan Lahan Pertanian & Ancam Rumah Warga
Bencana tanah longsor di Kampung Wantal Lamba Leda, porak porandakan Lahan pertanian & ancam Rumah Warga
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola

Bencana tanah longsor di Kampung Wantal Lamba Leda, porak porandakan Lahan pertanian & ancam Rumah Warga
POS-KUPANG.COM | BORONG - Cuaca ekstrim terus mengurung wilayah Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) sejak Rabu (27/1/2021) kemarin sampai dengan saat ini. Pada hari ketiga, Jumat (29/01/202) hari ini hujan tak kunjung reda.
Hujan kini mulai ditemani angin. Hal ini semakin mencemaskan bagi warga masyarakat disana. Kini banjir terjadi dimana-mana dan diperkirakan akan memaksa kontur tanah berubah jadi semakin labil akibat resapan air hujan yang kemudian berdampak terjadinya longsor.
Salah satu titik longsor sudah terjadi di sekitar Kampung Wantal, Desa Compang Mekar, Kecamatan Lamba Leda, Kamis (28/01/2021) kemarin. Atas kejadian longsor ini Pemerintah Kecamatan Landa Leda dipimpin oleh Sekertaris Camat Lamba Leda, Agustinus Supratman, turun langsung ke lokasi melihat kondisi tanah longsor ini, Jumat (29/1/2021) siang.
Baca juga: Risa Saraswati: Efek Vaksin
Sekertaris Camat Lamba Leda, Agustinus Supratman, kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan, bencana alam berupa tanah longsor itu terjadi di dekat Kampung Wantal tepatnya di lokasi sawah Kali Wae Buka dan telah mengancam keselamatan warga di wilayah itu.
Karena tanah longsor itu selain porak-porandakan lokasi lahan pertanian warga setempat, juga jarak lokasi longsor dan pemukiman warga kurang lebih 100 meter, sehingga kampung Wantal yang berada dikemiringan itu terancam amblas, sebab lahan penopang tumpuan kampung tersebut sudah sudah runtuh. Bekas patahan nampak dibeberapa titik sekitar kampung.
Dikatakan Agustinus, panjang longsoran diperkirakan mencapai 400 meter dan lebar 150 meter telah memporakporandakan kebun ladang, tanaman pertanian serta sawah milik warga setempat.
Baca juga: Tinjau Mesin Generator Oksigen, Habel Dorong Segera Diperbaiki
Agustinus mengatakan, Pemerintah Kecamatan Lamba Leda sudah turun ke lokasi memantau langsung peristiwa itu. Kurang lebih 2 hektar sawah dan lahan kering dari 15 pemilik lokasi terdampak terjangan longsor. Sedangkan untuk lokasi sawah sendiri diperkirakan 1,5 hektar.
"Perhitungan cepat bersama warga pemilik sawah, setiap musimnya dua kali digarap dan hasil yang didapat kurang lebih 159 karung gabah kering. Taksiran kerugian akibat peristiwa itu diperkirakan ratusan juta rupiah yang dialami oleh warga setempat,"ungkap Agustinus.
Menurutnya, kondisi di sekitaran lokasi longsor itu, berpotensi masih rawan terjadi longsor susulan. Cuaca juga sampai saat ini masih kurang bersahabat.
Dikatakan Agustinus, Pemerintah Kecamatan Lamba Leda telah menghimbau warga Kampung Wantal sekitar longsor untuk selalu waspada dan segera mengungsi bila longsor susulan terjadi sebab jarak tempat kejadian dan permukiman warga kurang lebih 100 meter saja.
"Peristiwa ini kami sudah laporkan secara lisan ke BPBD Matim. Sedangkan laporan akurat tertulis sedang didata di lapangan oleh petugas kami untuk laporan resmi ke Kabupaten,"tutup Agustinus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)