Orang Dekat Jokowi Jadi Tersangka Rasialisme, Zubir Angkat Suara: Saya Mau Tanya Rasialismenya Mana?
Kasus dugaan rasialis itu, berangkat dari tindakan Ambroncius Nababan mengunggah foto Natalius Pigai yang disandingkan dengan foto gorila di medsos.
Orang Dekat Jokowi Jadi Tersangka Rasialisme, Zubir Angkat Suara: Saya Mau Tanya Rasialismenya Mana?
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kasus dugaan rasialis yang dilakukan orang dekat Presiden Jokowi, yakni Ambroncius Nababan dengan Natalius Pigai kini terus bergulir.
Setelah oknum pelaku Ambroncius Nababan ditahan polisi, Mantan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Inas Zubir, angkat suara soal dugaan rasialis yang dilakukan Ambroncius Nababan terhadap Natalius Pigai.
Inas Zubir merasa perlu bicara soal itu, lantaran ramainya pemberitaan beberapa hari belakangan.
Ambroncius Nababan disangkakan melakukan tindakan rasialis terhadap Natalius Pigai, sehingga harus berususan dengan pihak berwajib. Saat ini, Ambroncius Nababan telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan polisi.
Dia juga menuliskan kalimat: "Edodoeee pace. Vaksin ko bukan sinovac pace tapi ko pu sodara bilang vaksin rabies. Sa setuju pace"
Menurut Inas N Zubir, pertanyaan yang menggelitik adalah, apakah gambar dan kalimat yang diposting oleh Ambroncius tersebut adalah rasialis, dimana letak rasialis-nya?
Semua itu tentu-nya ada sebab dan akibat dimana Pigai sendiri pernah berkomentar rasialis kepada orang jawa dalam podcast "Ngopi Wae" di youtube:
Dimana Pigai mengatakan: "Suku Jawa itu cuma satu dari tujuh ratus empat belas suku di Indonesia, cuma satu, kok satu bisa memimpin Indonesia tujuh puluh empat tahun, lalu sombong, melakukan diskriminasi, rasialis, itu kan ojo dumeh, jangan terlalu sombong dan berlebihan"
Selain itu juga Pigai pernah mengatakan: "Orang aseli Sumatera, Sulawesi dan orang Indonesia Timur tidak bisa membiarkan suku-suku berkarakter rasis (yakni suku Jawa) memimpin Indonesia 74 tahun.
Di tangan suku bernaluri rasis ini, menurut Pigai, suku lain (Sunda, Minang, Batak, Ambon dll) dianggap babu dan hamba sahaya.
"Apalagi dalam podcast Pigai mengatakan bahwa orang di luar pulau Jawa adalah "babu"," kata Inas.
Kader Hanura tersebut pun menyayangkan banyak pengamat, politisi bahkan pejabat pemerintahan juga terlalu terburu-buru menghakimi Ambroncius Nababan tanpa lagi mencermati dari sisi Pigai itu sendiri.
Bisa jadi para pengamat, politisi dan pejabat Negara tersebut takut disemprot oleh Pigai karena tidak membela dia!
Apabila polisi memproses Ambroncius Nababan, maka Pigai juga harus diproses karena perkataaan raisal-nya kepada orang Jawa dan orang di luar Jawa.