Opini Pos Kupang

Membalikan Ruang Kelas (Strategi Pembelajaran Tatap Muka di era Pandemi)

Membalikan ruang kelas ( Strategi pembelajaran tatap muka di era pandemi)

Editor: Kanis Jehola
Membalikan Ruang Kelas (Strategi Pembelajaran Tatap Muka di era Pandemi)
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

Membalikan ruang kelas ( Strategi pembelajaran tatap muka di era pandemi)

Oleh: Robert Bala Penulis buku Creative Teaching (Mengajar Mengikuti Kemauan Otak) dan Menjadi Guru Hebat Zaman Now (Grasindo, 2018) dan buku Pembelajaran Jarak Jauh secara Kreatif (Grasindo, 2021)

POS-KUPANG.COM - Bila segala sesuatu berjalan seperti direncanakan, mestinya di Januari 2021, hampir semua sekolah di negeri ini melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun hal itu ditunda oleh kian naiknya penderita covid-19.

Tetapi mesti ditunda, suatu saat (entah cepat atau lambat) akan dilaksanakan pembelajaran tatap muka. Yang jadi pertanyaan: bagaimana melaksanakannya secara efektif dan efisien? Sebuah pertanyaan yang sangat realistis. Hadangan covid diperkirakan masih tetap akan menjadi momok yang menakutkan.

Pola Terbalik

Proses pembelajaran sebelum pandemi dan bahkan masih terus digandrungi guru bahkan selama pandemi adalah pola satu arah. Guru menjelaskan di depan kelas tentang materi dengan memberikan dsasar teoretis. Guru ingin menjamin bahwa konsep dasar itu bisa dipahami oleh setiap siswa.

Baca juga: Musibah Jatuhnya Pesawat Sriwijaya

Selanjutnya siswa diberi tugas untuk mengerjakan di rumahnya berbagai soal. Selanjutnya, kemampuan siswa akan diukur di kelas sejauh mana materi itu sudah meresap dalam diri siswa. Pelaksanaan ujian karena itu merupakan salah satu media untuk mencek sejauh mana konsep belajar itu telah dipahami. Darinya akan dijadikan umpan balik untuk merencanakan tindakan selanjutnya.

Pola seperti itu masih banyak digunakan di era pandemi. Penggunaan media synchronous dengan zoom atau aplikasi lainnya dipahami sebagai media untuk menyampaikan materi. Zoom karena itu hanya menjadi sebagai pengganti ruang kelas. Fase selanjutnya sama seperti yang dilakukan dalam kelas.

Pola di atas terbukti tidak efektif di era pandemi. Ia akan lebih tidak efektif lagi kalau diadakan kombinasi tatap muka dan online seperti diwacanakan untuk pembelajaran mulai Januari 2021. Untuk itu dianjurkan untuk dilakukan pembalikan ruang kelas atau flipped classroom.

Baca juga: Informasi Ikan Mengandung Racun di Manggarai Tidak Benar

Dalam metode ini, pola penjelasan yang biasanya dilaksanakan di sekolah beralih ke rumah. Jelasnya, di rumah, siswa diharapkan dapat mencermati konsep pembelajaran yang sebelumnya dijelaskan secara langsung oleh guru.

Pada tahapan ini, pembuatan materi berupa PPt interaktif atau video pembelajaran menarik sangat penting.

PPt menarik bisa dilihat dari pengolahan bahan agar siswa dapat fokus pada gambar atau tulisan yang terseleksi dengan baik. Guru perlu menghindari sekadar mengcopy paste dari buku dan menyerahkan dalam bentuk dokumen.

Selain itu, PPt yang `full' dengan tulisan dan tidak ada jedah, hanya akan memunculkan kebosanan. Bisa dipastikan, saat mengamati PPt itu dalam `kesendian' tanpa pemantauan guru, bisa dipastikan hanya sedikit siswa yang mengaksesnya.

Sementara itu video pembelajaran yang dimaksud tidak mesti harus menjadi karya sendiri guru. Banyak material yang bisa digunakan. Meski demikian di era digital seperti ini, para guru perlu memiliki target. Membuat video pembelajaran oleh guru dengan materi seperti gambar dan video yang dibuat secara kontekstual akan sangat menyapa.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved