Satgas Yonarmed 3/105 Tarik Berikan Penyuluhan Budidaya Ayam Potong

Personel Satgas Yonarmed 3/105 Tarik memberikan penyuluhan tentang budidaya ayam potong

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
Dok. Satgas Yonarmed 3/105 Tarik
Satgas Yonarmed 3/105 Tarik memberikan penyuluhan Budidaya Ayam Potong bagi warga Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin (11/1/2021). 

Personel Satgas Yonarmed 3/105 Tarik memberikan penyuluhan tentang budidaya ayam potong

POS-KUPANG.COM | BETUN--Kebutuhan konsumsi daging ayam menjadi kebutuhan penting bagi kebanyakan orang sebagai salah satu komoditi sumber protein hewani yang memenuhi selera umum, daya belinya yang terjangkau, bergizi tinggi serta dapat dikembangbiakan dengan mudah dan cepat dengan usia produksi yang relatif singkat.

Sementara itu, jenis ayam broiler atau yang lebih dikenal sebagai ayam potong merupakan jenis ayam yang dapat diambil hasil olahan dari dagingnya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku tersebut.

Baca juga: Ditargetkan PAD Rp 70 Juta, Dishub Malaka Kesulitan Mendapati Sumber Penerimaan

Minat masyarakat yang tinggi akan kebutuhan ayam potong tersebut dimanfaatkan oleh Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarmed 3/105 Tarik melalui program pembudidayaan ayam potong sebagai peluang untuk membantu menguatkan kondisi perekonomian masyarakat perbatasan di desa binaannya.

Keberhasilan Pos Haslot melakukan budidaya ayam potong sebanyak 2 kali menjadi pendorong untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca juga: IGD RS SK Lerik Aktif Kembali Layani Warga Kota Kupang

Hal ini diungkapkan Dansatgas Yonarmed 3/105 Tarik, Letkol Arm Laode Irwan Halim, S.I.P.,M.Tr.(Han) di Malaka, Senin (11/1/2021).

Dikatakan Dansatgas bahwa misi yang diberikan oleh pimpinan kepada Satgas Yonarmed 3/105 Tarik salah satunya sedapat mungkin berupaya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan melalui cara-cara yang kreatif dan dapat berinovasi sesuai potensi yang ada di wilayah penugasan.

Secara teknis, banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam pembudidayaan ayam potong agar dapat menghasilkan ayam potong yang berkualitas.

Diantaranya, pemilihan bibit unggul, pemilihan pakan yang baik, cara mengatasi penyakit, teknik pemeliharaan sampai dengan menentukan usia ayam potong yang siap dikonsumsi.

Inilah yang mendorong anggota Satgas dari Pos Haslot untuk melaksanakan penyuluhan ini sebagai wujud menjabarkan penekanan pimpinan di atas.

"Pos Haslot sudah 2 kali melakukan ternak ayam potong ini, yang pertama 200 ekor kemudian ternak lagi 300 ekor dan keduanya berhasil. Keberhasilan ini yang ingin kami bagikan kepada masyarakat. Supaya masyarakat bisa budidaya ayam potong sendiri, tentunya hasilnya akan menguntungkan," ucap Dansatgas.

Dikatakan, masyarakat Desa Alas Selatan umumnya bermata pencaharian sebagai petani yang mengandalkan cuaca atau musim, mudah-mudahan berternak juga bisa menjadi salah satu alternatif pilihan mata pencaharian yang dapat diandalkan saat menunggu musim tanam tiba.

Lagi pula budidaya unggas satu ini mudah bahkan prospeknya juga sangat menjanjikan karena konsumsi daging ayam yang terus-menerus meningkat, dan secara tidak langsung mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Evren Nahak Mauk (68) salah satu warga yang mengikuti penyuluhan sangat antusias untuk belajar berternak ayam potong kepada personel Satgas Yonarmed 3/105 Tarik.

"Betul Pak, caranya ternaknya ternyata mudah, hasilnya pun menguntungkan dan bisa menghidupi kebutuhan hidup keluarga kami sehari-hari juga," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved