Kapal Perusak AS Kabur Dikejar Kapal Perang China di Laut China Selatan, Sebelumnya Beri Ancaman ini
Ketegangan antara militer Amerika Serikat dengan Tentara Pembebasan Rakyat China atau PLA sering terjadi di kawasan sengkata Laut China Selatan
Kapal Perusak AS Kabur Dikejar Kapal Perang China di Laut China Selatan, Sebelumnya Beri Ancaman ini
POS KUPANG.COM -- Ketegangan antara militer Amerika Serikat dengan Tentara Pembebasan Rakyat China atau PLA sering terjadi di kawasan sengkata Laut China Selatan
Kabar terakhir. Kapal PLA Navy atau angkatan Laut China diketahui mengejar kapal perusak China
Tak ada insiden dalam peristiwa itu namun membuktikan bahwa Amerika hanya berkoar akan menenggelamkan kapal China naman faktanya terbalik
Sebuah kabar mengejutkan datang dari dua negara yang kini sedang berseteru, China dan Amerika Serikat (AS).
Setelah sekian lama konfrontasi melalui statment keras pejabat-pejabatnya, kini kedua armada tempur mereka akhirnya bertemu.
Sebelumnya bahkan salah satu pejabat Pentagon AS buka suara akan menenggelamkan semua armada perang Tiongkok.
Baca juga: Maklumat Kapolri Diterbitkan Tentang Kepatuhan Prokes saat Libur Natal dan Tahun Baru
Baca juga: Putra Bungsu Presiden Jokowi Mesra dengan Felicia, Kaesang Pamer Kedekatannya dengan Calon Mertua
Baca juga: Kabar Sedih Ikke Nurjana, Kini Terbaring Lemah, Jalani Operasi hingga Gunakan Selang di Hidung
Baca juga: Cantik, Seksi , Tajir Tapi Para Kekasih Jatuh ke Pelukan Wanita Lain, Ternyata ini Kriteria Agnes Mo
Baca juga: Masa Depan Bunga Citra Lestari dan Ariel NOAH Diramal Mbak You, Rasa Saling Membutuhkan
Tak main-main, ungkapan itupun dibuat oleh pejabat tersebut yang akan merealisasikan rencananya bila ditunjuk Joe Biden sebagai Menteri Pertahanan.
Namun ternyata kenyataan yang terjadi sebaliknya, bahkan kapal perusak AS yang dikenal cukup mengerikan kabur saat dikejar armada Laut China.
Hal itu dikabarkan terjadi pada hari Selasa (22/12/2020) kemarin.
Otoritas militer Tiongkok baru-baru ini mengklaim bahwa mereka telah mengusir kapal perang perusak milik Angkatan Laut Paman Sam.
Hal itu disebut oleh pihak China setelah armada perang AS tersebut masuk tanpa izin ke Laut China Selatan yang masih teritorial China.
Peristiwa itu terjadi di sekitar Kepulauan Spratly yang diklaim Tiongkok sebagai salah satu wilayah mereka.
Kejadian ini pun menambah eskalasi ketegangan antar dua negara yang mulai memanas beberapa bulan ini.
Melansir dari The Telegraph, pernyataan ini diungkapkan oleh juru bicara Komando Selatan Pembebasan Rakyat China (PLA), Kolonel Senior Tian Junli.