Terkini Nasional

Wakil Prabowo Disebut Bakal Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Sandiaga Uno?

Anggota Komisi IV DPR Bambang Purwanto menyebut penunjukkan Menteri Kelautan dan Perikanan pengganti Edhy Prabowo, merupakan hak prerogatif presiden.

Editor: Eflin Rote
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju 

Diketahuu Wahyu Satria Trenggono memiliki kekayaan mencapai Rp 7 Triliun.

Namun, jauh sebelum itu, lelaki kelahiran Semarang ini telah merintis bisnis dengan bendera PT Solusindo Kreasi Pratama (SKP) dan membangun PT Tower Bersama Infrastruktur.

Baca juga: Pilkada Sumba Timur - Tinggi Tingkat Partisipasi Pemilih

Baca juga: Pengobatan Batu Ginjal Bebas Biaya Berkat JKN-KIS

Baca juga: Obyek Wisata Tasi Oetuke Dibuka, Seharian Gratis

Baca juga: Klaim Kode Redeem Free Fire Garena Desember 2020, Langsung Login https://reward.ff.garena.com/id

Baca juga: Soal Penetapan Tersangka Awololong, FRONT MATA MERA: Kita Tunggu Konferensi Pers dari Polda NTT

Perusahaan yang disebut terakhir saat ini dikenal sebagai penyedia infrastruktur menara telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan kepemilikan lebih dari 14.000 menara.

Tetapi, siapa sangka jika lelaki yang akrab disapa 'Mas Treng' ini menyebut jika tak pernah bermimpi menjadi taipan dalam bisnis telekomunikasi.

Saat berbincang dengan KONTAN pada Kamis (8/9/2016)

ia menyebut sejak kecil hanya ingin bekerja dengan baik di sebuah perusahaan dan merintis karier menjadi profesional sukses dan bermanfaat bagi banyak orang.

Cita-cita yang dinilai sangat sederhana mengingat Trenggono bukanlah lahir dari keluarga yang mapan secara ekonomi.

Ia menuturkan sejak kecil terbiasa hidup prihatin.

Pria berkumis ini mengisahkan bahwa ketika harus kuliah di ITB dan jauh dari kampung halamannya di Semarang keprihatinan menjadi hal yang dekat dengannya.

Bahkan, untuk membayar uang kuliah saja, keluarganya harus menjual tujuh ekor kambing.

“Saya dulu bayar kuliah Rp 22.000 harus jual tujuh ekor kambing dan dikirim sama nenek saya Rp 35.000,” kenangnya.

Meski hidup sederhana, tapi hasrat Trenggono untuk maju cukup besar. Tak heran ketika ada perusahaan besar sekaliber PT Astra International Tbk datang ke ITB untuk mencari karyawan potensial, ia pun langsung mendaftar.

Nasib baik pun menghampiri pria yang hobi minum kopi tersebut.

Baca juga: Pilkada Sumba Timur - Tinggi Tingkat Partisipasi Pemilih

Baca juga: Pengobatan Batu Ginjal Bebas Biaya Berkat JKN-KIS

Baca juga: Obyek Wisata Tasi Oetuke Dibuka, Seharian Gratis

Baca juga: Klaim Kode Redeem Free Fire Garena Desember 2020, Langsung Login https://reward.ff.garena.com/id

Baca juga: Soal Penetapan Tersangka Awololong, FRONT MATA MERA: Kita Tunggu Konferensi Pers dari Polda NTT

Trenggono diterima dalam program Astra Basic Training atau saat ini lazim disebut management trainee.

"Saya disekolahkan selama enam bulan sebelum dilepas ke unit bisnis Astra dan saya kebagian dalam bisnis informasi teknologi (IT)," ungkapnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved