Breaking News:

Masalah Bumiputera Ini Komentar Kepala Ombudsman NTT

KEPALA Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton mengatakan, masalah AJB Bumiputera adalah masalah nasional

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO
Kepala Ombudsman Perwakilan NTT, Darius Beda Daton, SH 

POS-KUPANG.COM - KEPALA Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton mengatakan, masalah AJB Bumiputera adalah masalah nasional yang sudah ditangani langsung oleh Kementerian Keuangan.

"Terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang ingin melaporkan klaim di Bumiputera 1912 kepada Ombudsman NTT," ucap Darius.

Menurut Darius, pihaknya pernah menerima laporan nasabah Bumiputera yang berasal dari Kota Kupang dan Flores Timur.

Baca juga: OJK NTT Terus Pantau AJBB

"Jika sekarang masyarakat lapor lagi ke sini, kami siap menerima laporan dan memverifikasinya. Jika syarat materil dan formil terpenuhi nanti kami akan periksa dan mungkin akan panggil manajemen Bumiputera dan pihak terkait yang berkaitan dengan asuransi sehingga diketahaui kenapa tidak membayar klaim nasabah. Kenapa yang belum jatuh tempo tapi masih juga disuruh bayar premi," kata Darius.

Ia berharap manajemen Bumiputera lebih terbuka kepada nasabah. "Agar tidak terjadi kepanikan. Minimal informasi kepada nasabah tentang kondisi keuangan mereka saat ini seperti apa sehingga tidak ada kekhawatiran bagi seluruh nasabah. Karena kekhawatiran nasabah bisa berdampak luas seperti persoalan Bank Century. Saya berharap di NTT tidak terjadi demikian," ujar Darius.

Baca juga: Marius Kritik RUU Minuman Beralkohol

Darius berpesan nasabah tidak melakuan tindakan anarkis. Hendaknya memanfaatkan lembaga berwenang untuk menyelesaikan persoalan.

"Kita memahami kondisi mereka, mungkin mereka sudah berinvestasi banyak tapi tidak mendapat kejelasan. Saya harap mereka tempuh upaya melalui lembaga yang ada termasuk mendatangi Ombudsman, saya beri apresiai."

Darius meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT mengakomodir pengaduan nasabah Bumiputera. OJK merupakan lembaga yang berwenang mengawasi lembaga keuangan bank maupun non bank.

"OJK sendiri kita tahu tugasnya antaralain melindungi konsumen, persoalan keuangan yang timbul dari bank dan non bank dan Bumiputera itu menjadi kewenangannya," kata Darius.

OJK juga bisa memberikan informasi yang baik kepada nasabah. "Saya kira OJK tahu kondisi perusahan Bumiputera itu seperti apa, karena OJK sebagai pengawas. Penjelasan OJK yang memadai kepada nasabah juga diperlukan agar tidak menjadi kekecewaan nasabah," ujar Darius.

Penyidik Ombudsman Perwakilan NTT, Alberto menyarankan nasabah menyurati OJK dengan tembusan kepada Ombudsman Perwakilan NTT.

"Setelah ada surat itu kami akan memantau OJK selama 14 hari, untuk melihat sejauh mana OJK menindaklanjuti persoalan Bumiputera dengan nasabah," kata Alberto. (vel)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved