Berita Atambua Hari Ini
TNI Sambangi Rumah Warga Eks Pejuang 1945
Personel TNI Pos Asulait Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider Khusus 744/SYB menyambangi rumah seorang mantan pejuang kemerdekaan 1945
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Personel TNI Pos Asulait Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider Khusus 744/SYB menyambangi rumah seorang mantan pejuang kemerdekaan 1945.
Namanya Buru Bara, tinggal di Sadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi NTT. Pria berusia 75 tahun itu tinggal seorang diri di sebuah gubuk kecil yang dindingnya terbuat dari bebak. Beratap sengk dan berlantai tanah.
Meski usianya tidak mudah lagi, ia tetap berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Baca juga: Protokol Covid-19 Tempat Wisata Air Panas Soa Sangat Ketat
Kondisi kehidupan Buru Bara ini menggugah hati para prajurit TNI yang bertugas sebagai satuan tugas pengamanan perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Dua personel Pos Asulait, Prada Matius Riberu dan Prada Albert berinisiatif membantu Buru Bara. Mereka memberikan satu dos mie instan kepada Buru Bara untuk dikonsumsi setiap hari. Bantuan ini diberikan dari kekurangan yang dimiliki anggota TNI. Mereka menyisihkan uang saku lalu membelikan mie instan untuk diberikan kepada Buru Bara.
Baca juga: Pilkada Sumba Timur - Paket ULP-YHW Sudah Rekrut Saksi
Dansatgas Yonif RK 744/SYB, Letkol (Inf) Alfat Denny Andrian dalam rilis tertulisnya kepada wartawan, Minggu (1/11/2020) mengatakan, anggotanya menyisihkan sedikit uang saku mereka senilai Rp 95.000 lalu dibelikan 1 dos mie instan.
Sesuai laporan dari pos, lanjut Dansatgas, warga yang dibantu itu adalah seorang mantan pejuang di tahun 1945. Dia boleh dikatakan sebagai pejuang kemerdekaan.
Buru Bara tinggal sendirian di sebuah gubuk kecil dan hidup serba kesusahan
"Anggota kami inisiatif memberikan bantuan tersebut karena merasa iba dan prihatin melihat kehidupan Buru Bara yang hidup dalam serba kekurangan dimana dirinya tinggal sendirian menempati gubuk kecil yang mungkin bisa dikatakan tidak layak ditempati", ungkap Dansatgas.
Lanjut Dansatgas, di usia 75 tahun, Buru Bara masih semangat dan tegar dalam bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-sehari.
Dua prajurit yang memberikan bantuan, Prada Matius Riberu dan Prada Albert berharapa, bantuan yang telah diberikan itu bisa bermanfaat bagi Buru Bara untuk beberapa waktu. Ia pun bisa menghemat tenaganya untuk bekerja demi memperoleh makanan.
Saat didatangi dua prajurit TNI, Buru Bara terlihat tersenyum. Ia menerima bantuan satu dos mie instan sembari menyampaikan ucapan terima kasih.
Ia juga mendoakan agar TNI tetap dekat dengan masyarakat. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)