Pangdam Jaya Turun Tangan, Kerahkan Anggota TNI Malam Hari, Bubarkan Massa Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Pantauan TribunJakarta.com sekira pukul 20.23 WIB pada Selasa (13/11/2020) hingga kini, massa masih bertahan di Jalan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng.

Editor: Frans Krowin
Tribun Jambi.com
Suasana saat anggota TNI bubarkan massa tolak UU Cipta Kerja di Bundaran HI, Tanah Abang, Jakarta Pusat Selasa (13/10/2020) 

Pengamat Intelijen Soal Penyusup

Sementara itu, Analis intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta tak menampik adanya penyusup dalam demo.

Stanislaus mencurigai adanya penyusup yang berbuat anarkis tersebut membuat aksi unjuk rasa menjadi tidak simpatik dan malah merugikan masyarakat.

"Tidak ada masalah dengan demo yang dilakukan mahasiswa dan buruh di berbagai kota di Indonesia, hal tersebut dijamin konstitusi.

Namun, adanya penyusup yang memprovokasi dan melakukan perusakan fasilitas umum serta perlawanan terhadap aparat membuat situasi menjadi ricuh," ujar Stanislaus, ketika dihubungi Tribunnews.com, Jumat (9/10/2020).

SBY Desak Pemerintah Ungkap Aktor Di Balik Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Untuk diketahui, beberapa hari terakhir, Partai Demokrat jadi sorotan publik. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu dituding berada di balik aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja.

Atas tudingan itulah, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara. SBY pun meradang atas tuduhan yang dialamatkan padanya.

SBY yang juga mantan Presiden Indonesia itu lantas mendesak pemerintah agar segera mengungkap aktor intelektual di balik aksi unjuk rasa penolakan atas UU Cipta Kerja tersebut.

SBY mengatakan, pemerintah perlu menjelaskan hal tersebut kepada masyarakat agar tidak ada kecurigaan satu sama lain.

"Lebih bagus kalau memang (ada) menggerakkan menunggangi, membiayai dianggap oleh negara sebagai kejahatan melanggar hukum, dan hukum harus ditegakan, lebih baik disebutkan (auktor intelektualis)," kata SBY dalam akun Facebook resminya, Senin (12/10/2020).

SBY mengatakan, jika pemerintah tidak mengungkapkan aktor intelektualis dari gelombang aksi demo tersebut, maka pemerintah akan dianggap menyampaikan kabar bohong.

"Kalau tidak (disebutkan auktor intelektualis), nanti negaranya melakukan hoaks, tidak bagus, karena kita harus percaya dengan pemerintah kita," ucapnya.

Presiden ke-6 RI ini meyakini, pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritimanan dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, dan Badan Intelijen Negara (BIN), terkait auktor intelektualis dalam demo tersebut bukan ditujukan untuk dirinya.

"Hubungan saya dengan pak Airlangga selama ini baik dengan pak Luhut selama ini baik, dengan BIN juga engga ada masalah," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan, pemerintah akan melakukan proses hukum terhadap pelaku yang menunggangi aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja yang berujung ricuh.

"Sekali lagi pemerintah akan bersikap tegas dan melakukan proses hukum terhadap semua pelaku dan aktor yang menunggangi atas aksi-aksi anarkis yang sudah berbentuk tindakan kriminal," ujar Mahfud dalam konferensi pers yang ditayangkan Kompas TV, Kamis (8/10/2020) malam.

Mahfud menyatakan, tindakan anarkistis dengan merusak fasilitas umum dan serangan secara fisik terhadap aparat merupakan tindakan yang tidak sensitif.

Mengingat, saat ini tengah terjadi situasi pandemi Covid-19 yang juga berdampak pada perekonomian rakyat.

Mahfud mengatakan, apabila masyarakat tidak puas atas isi UU Cipta Kerja, sebaiknya bisa menempuh dengan cara yang konstitusional.

Misalnya, dengan melakukan gugatan judicial review atau uji materil terhadap UU Cipta Kerja di Mahkamah Konstitusi (MK).

Presiden Jokowi Pimpin Rapat Di Istana Negara 

Sepanjang hari ini, Selasa 13 Oktober 2020, Presiden Joko Widodo melakukan kegiatan kenegaraan di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Presiden Jokowi berada di Istana Jakarta sejak pukul 09.00 pagi WIB. Selama berada di Istana Negara, Jokowi melaksanakan sejumlah aktivitas diantaranya memimpin rapat terkait antisipasi bencana hidrometeorologi.

Sementara di saat yang sama, aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja digelar di sekitar Istana Negara.

Tak hanya demonstrasi, aksi pendemo pun terjebak dalam suasana ricuh. 

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyebutkan, setelah rapat terseut, Jokowi juga tetap berada di Istana untuk melakukan agenda lainnya.

Akan tetapi, Heru tidak bersedia mengungkapkan agenda lain yang dilakukan Presiden Jokowi, karena hal tersebut bersifat internal.

"Sampai sore ini masih giat di Istana," kata Heru kepada Kompas.com, Selasa (13/10/2020).
Setelah kegiatan selesai, baru lah Jokowi akan kembali ke kediamannya di Istana Bogor.

Sementara saat ditanya soal demo di sekitar Istana yang mulai diwarnai kericuhan, Heru hanya menjawab singkat.

"Sudah ada yang menangani," kata dia.

Di luar Istana, aparat gabungan mulai menembakkan gas air mata ke arah pedemo seiring terjadinya aksi saling lempar batu hingga botol plastik antara petugas dan pedemo.

Aksi saling lempar tersebut mulai terjadi ketika massa aksi berpencar dari titik aksi sekira pukul 15.30 WIB.

Kepolisian yang sebelumnya hanya berjaga di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat pun mulai bersiaga menggunakan rompi dan perisai.

Tak lama kemudian polisi pun menembakkan gas air mata ke arah Bundaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha untuk membubarkan massa aksi.

Suara tembakan tersebut terdengar beberapa kali. Namun massa aksi tak kunjung membubarkan diri sampai akhirnya polisi bergerak maju untuk memukul mundur massa aksi.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa 8 Oktober lalu yang juga digelar di sekitar Istana berlangsung ricuh.

Saat itu, Jokowi lebih memilih melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah untuk meninjau lumbung pangan dan peternakan bebek. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com: https://nasional.kompas.com/read/2020/10/13/05010021/sby-minta-pemerintah-ungkap-auktor-intelektualis-aksi-demo-tolak-uu-cipta

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Anggota TNI Halau Kerumunan Massa yang Hendak Menuju Bundaran HI

Artikel ini juga telah tayang di TribunJambi.com: https://jambi.tribunnews.com/2020/10/14/malam-malam-anggota-tni-dikerahkan-massa-pendemo-uu-cipta-kerja-langsung-bubar-ada-yang-minta-foto?page=all

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved