Pangdam Jaya Turun Tangan, Kerahkan Anggota TNI Malam Hari, Bubarkan Massa Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Pantauan TribunJakarta.com sekira pukul 20.23 WIB pada Selasa (13/11/2020) hingga kini, massa masih bertahan di Jalan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng.

Editor: Frans Krowin
Tribun Jambi.com
Suasana saat anggota TNI bubarkan massa tolak UU Cipta Kerja di Bundaran HI, Tanah Abang, Jakarta Pusat Selasa (13/10/2020) 

Saat dirasa aman, Dudung kemudian meninggalkan lokasi jalan tersebut.

Sementara itu, Jalan Sabang berhasil diamankan pihak kepolisian dari massa demonstran.

Mobil barracuda brimob dikerahkan untuk mengurai massa.

Sebelumnya Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman menangkap sejumlah orang yang diduga sebagai penyusup dalam demo tolak Omnibus Law Cipta Kerja Kamis (8/10/2020) lalu.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui para penyusup itu sengaja datang ke Jakarta atas perintah seseorang yang malah tidak ikut dalam aksi.

Terungkap pula mereka dijanjikan akan dibayar setelah mengikuti demo.

Jadi, tujuan orang-orang tersebut hanya uang saja, karena bahkan mereka tak tahu tujuan berdemo.

"Ada beberapa kita tangkap bersama pihak kepolisian, mereka ini tidak paham sama sekali tujuannya (berdemo, red) untuk apa, bahkan mereka itu ada yang datang dari Subang," ungkap Dudung seperti dikutip dalam video yang diunggah akun Instagram suhartono323, Sabtu (10/10/2020) via Tribunnews.com.

"Saya tanya siapa yang menggerakkan, 'ada pak saya disuruh ke sini' jawab dia.

Dia tidak bawa uang, bahkan ada yang bawa cuma Rp 10 ribu, saya tanyakan setelah demo, mereka pulang pakai apa?," lanjutnya.

Selain itu, Dudung juga mengungkapkan isi ponsel orang-orang yang diduga penyusup itu.

"Dari hasil HP yang kita periksa, mereka dijanjikan setelah demo dapat uang bahkan penggeraknya tidak datang ke Jakarta. Dia berhenti di Pamanukan," beber Dudung.

Pangdam Jaya pun meyakini kalau yang melakukan aksi anarkis saat demo menolak UU Cipta Kerja bukan dari golongan mahasiswa ataupun buruh, melainkan dari oknum lain yang tak bertanggung jawab.

"Saya punya keyakinan kalau mahasiswa dengan buruh punya misi aksi damai, rata-rata mereka terpelajar lah, paham dengan aksinya yang ingin disampaikan.

Saya yakin dan saya lihat yang melakukan pelemparan kepada polisi itu bukan dari mahasiswa, kalau mereka mahasiswa pasti pakai jaket almamater," beber Dudung.

Baca juga: KABAR TERBARU, Besok Jumat 16 Oktober 2020 Nikita Willy Gelar Akad Nikah, Hanya Dihadiri 30 Orang

Baca juga: Dua Anggota DPRD NTT Pengganti Antar Waktu Dilantik

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved