School
Speksanyo Dukung Bakat Siswa, Ada Komunitas Baca Tulis dan Berbagai Taman
Ada yang berbeda ketika kita masuk ke lingkungan sekolah SMPK Santo Yoseph Naikoten atau dikenal dengan nama Speksanyo Naikoten.
Penulis: novemy | Editor: Apolonia Matilde
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Novemy Leo
POS-KUPANG.COM|KUPANG - Ada yang berbeda ketika kita masuk ke lingkungan sekolah SMPK Santo Yoseph Naikoten atau dikenal dengan nama Speksanyo Naikoten.
Selain lingkungannya asri karena banyak terdapat pepohonan rindang, di sekolah ini juga terdapat banyak binatang seperti berbagai jenis ikan, bebek, itik, ayam kalkun, ayam kate, kelinci, burung pompa, burung tekukur, burung merpati.
Bahkan, tak tanggung-tanggung di sekolah ini ada tiga buah kolam ikan, satu diantaranya berada di depan pagar sekolah.
• Timor Leste Jadi Negara Paling Miskin di Dunia, Begini Perkembangan Virus Corona Tetangga Indonesia
Tak heran banyak sekali siswa/i yang menghabiskan waktu istirahat sekolah dengan melihat dan menikmati lingkungan dimaksud.
Ada sebuah Taman Doa Bunda Maria Ratu Para Pelajar yang menjadi tempat favorid siswa/i untuk berdoa Rosario (doa umat Katolik) setiap hari.
Di sela-sela proses belajar mengajar di sekolah, di waktu luang, siswa/i setiap hari berdoa Rosario lima peristiwa di Gua Maria itu.
Pada bulan Mei dan Oktober berdoa Rosario wajib dilakukan siswa di sekolah itu.
• Wow! Cardigan Tenun dari Erwin Yuan, Koleksi Andalan Wanita
Siapa yang memelihara sejumlah binatang itu dan apa tujuan sekolah memelihara binatang dimaksud.
Romo Kepala Sekolah SMPK Santo Yosep Naikoten, Romo Amanche Frank Oe Ninu, menjawab semua pertanyaan itu.
"Sekolah ini tidak terlalu luas tetapi lingkungannya menyenangkan.
Ada pohon yang kita jaga, dan yang menarik dan agak beda dengan yang lain, kita punya kolam ikan dan sejumlah binatang," kata Romo Amacnhe kepada Pos Kupang beberapa waktu lalu.
• Vonis Kasus Kredit Fiktif Bank NTT Di Bawah Tuntutan, Linda Liudianto 4,5 Tahun, Hadmen Puri 1 Tahun
Sebuah kolam yang berada di bawah depan Taman Doa Bunda Maria Ratu Para Pelajar terdapat ikan mas dan ikan koi dengan berbagai warna dan ukuran. Bahkan ada sejumlah ikan yang telah diberi nama unik.
"Ini ada ikan koi dan ikan mas, semuanya jinak-jinak.
Namanya bai bello dan bai metan, ikan yang kecil namanya frutuklui, bahasa dawan," kata Romo Amanche.
Kolam lainnya di depan taman doa terdapat ratusan ekor ikan nila, karpet mas dan bawel.
Di atas permukaan kolam itu sejumlah ternak itik peking atau bebek berwarna hitam dan putih berenang.
• Penumpang KM Kasih Berencana Mengikuti Proses Pemakaman Keluarga di Rote
"Kalau mereka (itik) bertelur, telurnya untuk romo kepala skeolah, untuk guru dan juga anak sekolah.
Ikan baru panen sekali diberikan untuk guru," kata Romo Amanche.
Kolam ketiga berada di depan pagar sekolah, berisi ikan mas dan ikan koi.
Menurut Romo Amanche, kebijakan memelihara binatang dan menanam sejumlah bunga dan pohon itu agar lingkungan sekitarnya menjadi asri.
Juga agar agar siswa/i dan guru bisa belajar soal lingkungan hidup dan bisa menjaga dan melestarikannya.
• Jadi Salah Satu Pilihan Hidangan, Ini Tips Agar Salad Kentang Anda Terasa Sempurna
"Anak-anak diajar untuk selain berprestasi lewat kreatifitas, kecakapan dan ketrampilan yang mereka kembangkan, mereka juga kita minta untuk mencintai lingkungan.
Itulah kenapa ada banyak binatang mulai ayam kalkun, ayam kate, burung tekukur, burung pompa hutan, burung merpati, kelinci," kata Romo Amanche.
Speksanyo Naikoten memiliki banyak kegiatan ekstrakokurikuler guna pengembangan diri siswa/i.
Bahkan di bidang menulis dan sastra ada Komunitas Sastra Speksanyo yang diasuh oleh guru Bahasa Indonesia dan para frater yang kualitasnya mumpuni, juga kegiatan dance.
• Manjakan Lidah Dengan Bakso Mercon Kuah Pedas, Bisa Buat Sendiri di Rumah
"Untuk dance siswa/i latihan dua kali seminggu, tetapi kalau ada kegiatan lomba frekuensi latihannya akan bertambah.
Kami mempunyai pelatih dancer yang hebat yakni Aba," kata Romo Amanche.
Sejak tahun 2016, Speksanyo Naikoten telah menerbitkan buletin bernama Columba yang menjadi media untuk menyalurkan bakat menulis dan sastra para siswa/i Speksanyo Naikoten. Buletin ini terbit enam bulan sekali.
Dinamakan Columba, dalam Bahasa Latin artinya merpati.
Karena Santo Yoseph pelindung kita, dalam kitab suci agama Kristen dikenal sebagai orang kudus yang tulus.
Harapannya anak-anak dalam mengembangkan diri itu bisa tulus," kata Romo Amanche.
• Pemda TTS Segera Umumkan Hasil Seleksi Perangkat Desa Serentak
Romo Amanche berharap para siswa/i terus meluangan waktu untuk banyak membaca dan menulis.
Ada peribahasa latin 'Doctus cum libro' artinya menjadi pintar karena buku-buku. Menjadi pintar karena membaca buku-buku.
"Kalau mereka sudah bisa membaca dan menulis dengan baik maka mereka bisa saja menjadi penulis, pembicara, presenter.
Dan itu sangat luar biasa," kata Romo Amanche.
Salah satu kegiatan ekstrakokuriuler yang menarik dan menonjol di Perempuan SMPK Santo Yoseph Naikoten atau Speksanyo adalah dancer.
• TMMD Ke-108 Dekatkan TNI Pada Masyarakat
Dancer Reza dan Dancer Sharen, dua dari sejumlah dancer remaja SMPK Santo Yoseph Naikoten atau Speksanyo Naikoten, berbagi pengalaman serunya.
Didampingi pelatihnya, Aba, dan juga kepala sekolah, Romo Amanche Frank Oe Ninu, kedua gadis remaja ini bercerita tentang bakatnya.
Dancer Reza yang kini duduk di kelas VIII mengaku kegiatan dance sudah dilakukan sejak masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar.
Pada tahun 2020, dia pernah juara 1 lomba batlle dance dan runner up two on two 2020.
Sementara Dancer Sharen memilih kegiatan ekstrakokurikulernya di sekolah yakni dance sebab dia berbakat disana.
• Debryana Y Salean: Jangan Takut Bermimpi Besar
"Saat SD saya pernah juara 1 lomba dance di Pameran tahun 2019 lalu," kata Dancer Sharen.
Dancer Reza dan Dancer Sharen mengajar semua remaja di Kota Kupang yang berbakat seni khususnya dance, untuk bisa terus mengembangkan bakatnya itu dengan berlatih dan berlatih.
Kamu pasti merinding begitu mendengarkan puisi yang dibacakan Maria Novriana, siswi Speksanyo yang satu ini.
Maria pernah menjuarai Lomba Baca Pidato tahn 2019 lalu.
Maria mengaku sudah gemar membaca puisi sejak kelas 5 SD.
• Tujuh Jabatan Tinggi Pratama Kota Kupang Dijabat PLT, Ini Kata Herman Man
Ia tertarik dalam bidang sastra khususnya membaca puisi karena berbakat disana.
Dan Maria memiliki pengalaman menarik saat kecil dan pengalaman itu 'melahirkan' bakatnya membaca puisi.
Maria mengagumi Chairil Anwar karena puisi-puisinya sangat bagus.
"Saya belum dapat prestasi namun saya terus belajar membaca puisi.
Saya pernah ikuti lomba pidato tingkat SMP dan SMA dan di lomba itu saya mendapat juara harapan 2," kata Maria.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dancer-reza-dan-sharen-bersama-kepala-speksanyo-romo-amanche-frank-oe-ninu.jpg)