Dinas P2KB Ngada Galakkan Pemasangan Alat Kontrasepsi di Desa

Dinas P2KB Kabupaten Ngada melakukan pemasangan alat kontrasepsi di sejumlah desa di kabupaten Ngada

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Peserta kegiatan saat mengikuti kegiatan di Kecamatan Bajawa Utara Kabupaten Ngada, Juni 2020. 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA - Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ( Harganas) dan menindak lanjuti seruan Gubernur NTT, untuk melakukan pengendalian kelahiran bagi wanita yang sudah menikah dan memiliki anak, Pemda Ngada melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( Dinas P2KB) Kabupaten Ngada melakukan pemasangan alat kontrasepsi di sejumlah desa di kabupaten Ngada.

Plt. Kepala Dinas P2KB Ngada, Dra. Idju Maria Albina menjelaskan, seruan Gubernur NTT untuk pengendalian kelahiran yang berlebihan tanpa diimbangi dengan meningkatnya kebutuhan ekonomi yang berdampak bagi kenaikan jumlah keluarga miskin yang semakin hari semakin memprihatinkan pemerintah telah berupaya keras untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berimbang berdampak terhadap kenaikan jumlah jumlah keluarga miskin dan menjadi persoalan yang serius bagi pemerintah.

Di Sumba Timur - Satu Tenaga Medis Terkonfirmasi Positif Covid-19

Ia mengatakan melihat hal ini pemerihtah kabupaten Ngada yang bekerja sama dengan dinas pengendalian pendududk dan keluarga berencana kabupaten Ngada juga anggota TNI Kodim 1262/Ngada secara serentak melakukan pemasangan alat kontrasepsi di sejumlah desa di kecamatan Bajawa Utara dan kecamatan lainnya di Kabupaten Ngada.

"Kegiatan ini menjangkau semua kecamatan dan desa. Tari total target sejuta akseptor ini, kabupaten Ngada mendapat target 600 akseptor, dan dari target yang diberikan tersebut, Kabupaten Ngada berhasil melakukan pelayanan kepada 1.091 akseptor yang tersebar di 12 Kecamatan, dengan KB suntik menjadi pilihan utama," jelas Dra. Idju Maria Minggu (5/7/2020).

Ini Hasil Rapid Test 19 Tahanan PN Maumere

Ia mengaku saat kegiatan mereka juga dibantu oleh anggota Kodim 1625/Ngada untuk menjemput ibu- ibu yang jauh dari tempat pelayanan menggunakan kendaraan truck milik Kodim Ngada.

Sementara itu, Bupati Ngada Paulus Soliwoa mengatakan program sejuta akseptor merupakan program pemerintah dalam mengendalikan jumlah keluarga miskin, untuk memperbaiki ekonomi keluarga juga menekan angka kelahiran.

Kata Soliwoa, sehingga jumlah kelahiran berkurang, otomatis ekonomi keluarga dari tahun ke tahun akan meningkat terus.

Bupati Soliwoa juga berharap untuk pasangan usia muda yang baru saja menikah untuk tetap mengikuti aarahan pemerintah dengan program dua anak cukup. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved