Isi Surat Yang Diduga Ditulis Orang Tua Yang Menelantarkan Bayi di depan Biara SSpS Santa Skolastika

Seorang bayi mungil berjenis kelamin perempuan ditelantarkan orang tuanya di depan biara/susteran SSpS Santa Skolastika

Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Bayi 

POS-KUPANG.COM| KUPANG- Seorang bayi mungil berjenis kelamin perempuan ditelantarkan orang tuanya di depan biara/susteran SSpS Santa Skolastika, Jalan Matahari, Kelurahan Oesapa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Bayi mungil yang ditelantarkan orang tuanya ini kemudian ditemukan oleh beberapa Suster S.Sp.S "Servae Spiritus Sanctus ( Misi Abdi Roh Kudus)," pada Jumat (12/6/2020) dinihari sekitar pukul 02.30 wita

Saat ditelantarkan, bayi mungil itu diletakan di dalam sebuah kardus bekas minuman mineral.

Gereja GMIT Kaisarea Kupang Tetap Ibadah Daring

Di dalam kardus berkas minuman mineral itu juga, diselipkan sepucuk surat yang ditulis tangan.

" Mama suster yang diberkati. Maafkan saya merelakan bayi perempuan mungil ini ke dalam dekapanmu. Sejujurnya, saya belum siap dan sanggup (mampu) merawat dan membesarkan anak ini. Jika mama suster berkenan, rawatlah, jagalah bayi mungil ini hingga ia besar. Semoga Tuhan yang Maha Kasih berkenan menenun dia lewat suster yang ajaib, karena ia hadir karena cinta. Kami merelakan karena cinta akan hidup dengan kehidupannya. Ampunilah saya dan dosa kami mama suster. Tuhan memberkati.

Paham Radikalisme Harus Diwaspadai di Lingkungan Santri, Simak Penjelasannya

Tertanda : MMW ( inisial),

Demikian isi surat yang ditemukan dalam kardus bayi tersebut sebagaimana dikutip POS KUPANG.COM, ( Minggu 15/6/2020) melalui keterangan tertulis dari Kapolres Kupang Kota, AKBP. Satrya Binti Perdana Tarung melalui Kasat Reskrim polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manasye Jaha, S.H.

Setelah melakukan demikian, orang tua bayi mungil tersebut melangkahkan kaki pergi meninggalkan bayi tak berdosa itu.

Setelah beberapa lama ditinggal sendirian di tempat itu, tangis bayi mungil itu kemudian pecah.

Suara tangis bayi mungil itu, urai Iptu Manasye Jaha, pertama kali didengar Suster Modesta Amsikan (58), yang tinggal di susteran/biara SSpS Santa Skolastika ketika ia hendak tidur.

" Awalnya Suster Modesta mengira suara anak kucing. Namum, suara tangis bayi makin kencang. Suster Modesta juga ragu untuk keluar dari pagar biara/susteran karena menduga ada orang iseng yang memiliki niat jahat untuk merampok," terangnya.

Namun, suara tangisan bayi makin membuatnya tidak nyaman, sehingga Suster Modesta berusaha menelepon suster lain. Namun, tidak ada yang merespon.

Dua rekannya, suster Skolastika Jenau dan suster Kristin Maria Nahak juga sudah tidur sehingga mengabaikan telepon dari suster Modesta.

Beberapa menit berselang, jelas Iptu Hasri, suster Kristin terbangun. Sr. Kristin bersama Sr. Modesta, sesudah mendengar demikian, memutuskan untuk mencari sumber suara tangisan bayi.

Keduanya suster itu kemudian mencari di aula, kapela hingga ke ruang tamu. Namun, tidak menemukan.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved