Paham Radikalisme Harus Diwaspadai di Lingkungan Santri, Simak Penjelasannya

Merebaknya radikalisme di kalangan masyarakat memicu keprihatinan. Hal ini karena keberadaan paham radikalisme dapat menggerus rasa nasionalisme

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Pengasuh Pondok Pesantren Drs. Hundy S. Chandra foto bersama santri putra dan putri di Panti Asuhan Ad-Dakwah jalan Tompelo, Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Kota Soe Kabupaten TTS, Jumat (12/6/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Merebaknya radikalisme di kalangan masyarakat memicu keprihatinan. Hal ini karena keberadaan paham radikalisme dapat menggerus rasa nasionalisme, persatuan dan kesatuan, serta menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Berdasarkan hasil riset MataAir Foundation pada 2019, paham radikalisme tidak saja menyentuh masyarakat umum, tapi juga kalangan terdidik. 

Pacaran Sebulan, Mahasiswa di Kupang Sebar Rekaman Video Call Mesum Pacarnya

Oleh karenanya, dalam rangka menangkal paham radikalisme di kalangan generasi muda, Pondok Pesantren Ad-Dakwah terus mengadakan dakwah dan diskusi untuk menangkal paham radikalisme di kalangan para santri yang merupakan generasi muda. 

Dalam diskusi bersama para santri putra dan putri di Panti Asuhan Ad-Dakwah jalan Tompelo, Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Kota Soe Kabupaten TTS, Jumat (12/6), pengasuh Pondok Pesantren Drs. Hundy S. Chandra meminta para santri untuk mewaspadai masuknya paham radikalisme di lingkungan pesantren.

Komodo Gowes Club Labuan Bajo Gelar Wisata Olahraga ke Bukit Teletubbies

"Para santri harus menjauhi sikap radikalisme dan intoleran, karena pada kodratnya manusia hidup saling berdampingan antara satu dengan yang lain seperti juga dengan agama-agama lain di Indonesia," ujar Drs. Hundy S. Chandra kepada wartawan. 

Pengasuh Pondok Pesantren itu mengatakan, kewaspadaan terhadap paham radikal dan terorisme harus dilakukan sejak dini.

Dalam diskusinya bersama para santri, ia mengingatkan agar para santri dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lain disekitar sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW. 

Ia mengatakan, informasi dan berita terkait teror yang terjadi di Indonesia akhir akhir ini merugikan bangsa dan mengancam kenyamanan dan ketentraman hidup berbangsa dan bernegara. 

Ia mengajak para santri untuk hidup bermanfaat serta menjadi teladan bagi orang lain dari lingkungan terkecil, 

"Kita sebagai pelajar wajib menjauhi paham yang bertentangan dengan ajaran agama dan menjauhi semua ajaran yang merupakan paham radikalisme dan terorisme, sehingga tidak menjadi individu yang mengkhianati bangsa," pesannya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved