Gereja GMIT Kaisarea Kupang Tetap Ibadah Daring
Pihak Gereja Kaisarea Kolhua Kota Kupang masih tetap melaksanakan ibadah daring (online) pada Kebaktian hari Minggu (14/6/2020)
Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pihak Gereja Kaisarea Kolhua Kota Kupang masih tetap melaksanakan ibadah daring (online) pada Kebaktian hari Minggu (14/6/2020).
Ibadah online dilaksanakan untuk tiga ibadah hari Minggu, yakni Kebaktian Utama 1 pada pukul 07.00 Wita, Kebaktian Utama 2 pada pukul 17.00 Wita dan Kebaktian PAR pukul 10.00 Wita. Selain itu juga masih dijadwalkan ibadah online untuk Ibadah Rumah Tangga pada Rabu pukul 19.00 Wita.
• Paham Radikalisme Harus Diwaspadai di Lingkungan Santri, Simak Penjelasannya
Kebaktian dengan tema "Tetaplah Kuat di Dalam Tuhan" dipimpin Pdt. Ronny Steven Runtu, M.Th. Kebaktian diikuti hanya dihadiri oleh para petugas liturgis.
Ketua Majelis Jemaat Kaisarea BTN Kolhua Kota, Pdt. Ronny Steven Runtu, M.Th menjelaskan, meski berdasarkan surat edaran Sinode GMIT membolehkan gereja yang berada di wilayah zona hijau untuk melaksanakan ibadah bersama umat, namun berdasarkan keputusan majelis gereja, masih menunda pelaksanaan ibadah dengan jemaat.
• Pacaran Sebulan, Mahasiswa di Kupang Sebar Rekaman Video Call Mesum Pacarnya
"Khusus untuk gereja kami, walau berdasarkan surat Sinode pada hari ini gereja yang ada di zona hijau boleh beribadah, tetapi khusus rapat majelis lengkap kami mengambil keputusan untuk menunda pelaksanaan ibadah," ujar Pdt. Ronny.
Ibadah Minggu dan ibadah lainnya tetap dilakukan namun secara daring melalui streaming youtube dan radio.
Pdt. Ronny mengatakan, ada tiga hal yang menjadi pertimbangan mereka yakni, pertama, informasi bahwa kondisi kelurahan Kolhua masih menjadi zona merah penyebaran Covid-19 sehingga dipandang oleh majelis belum aman untuk beribadah. Kedua, pihaknya ingin benar benar melaksanakan ibadah dengan savety dan menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan seperti penyebaran Covid-19 melalui gereja atau dalam kegiatan peribadatan.
"Kami ada bersurat kepada Gugus Tugas dimana Kami meminta pertimbangan, tetapi belum ada jawaban yang mana salah satunya mengatur tentang ini. Kita ingin melaksanakan ibadah dengan savety dan aman daripada terjadi hal yang tidak diinginkan seperti penyebaran cluster dari gereja," katanya.
Ketiga, psikologi jemaat menginginkan penundaan dengan pertimbangan lebih baik menunda ibadah tetapi aman.
Ia mengatakan, terkait kapan akan dimulainya ibadah bersama umat akan sangat ditentukan dari bagaimana menilai kondisi di wilayah. Harapannya mendapat masukan gugus tugas yang betul betul objektif berdasarkan kondisi riil di lapangan dan bukan hanya himbauan lepas.
Dalam rangka memasuki New Normal, pihak gereja juga mempersiapkan tahapan termasuk SOP seluruh kegiatan peribadatan.
"Langkah kita mengikuti himbauan, tetapi ada pertimbangan teknis lapangan. Lebih baik kita betul betul siap daripada kita memaksakan diri dan dampaknya bisa fatal," ujar Pdt. Ronny.
Semua jemaat tetap dihimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan, dengan selalu mengenakan masker setiap keluar rumah, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjaga kesehatan.
"Paling penting adalah tetap memakai waktu yang paling berkualitas untuk keluarga. New normal bukan berarti kita makin bebas sebebasnya tetapi harus lebih berhati hati, itu kuncinya," pesannya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)