Pilpres 2024, Prabowo Tertinggi, Anis Baswedan Meredup, Ahok dan Sandiaga Uno Justeru Naik

Kuatnya nama Prabowo muncul dalam 3 riset yaitu survei gabungan antara Politika Research and Consulting (PRC), PPI dan Media Survei Indonesia (Median)

Editor: Frans Krowin
Twitter
Ahok dikerubuti ibu-ibu dengan latar belakar mirip Anies Baswedan yang dicuekin 

Masih masuknya nama Prabowo sebagai sosok yang memiliki elektabilitas tinggi dinilai tidak terlepas dari latar belakangnya sebagai seorang militer.

Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno menuturkan, saat ini ada kecenderungan masyarakat merindukan sosok pemimpin dengan latar belakang militer untuk kembali memimpin Indonesia.

Hal itu pun turut terafirmasi dengan riset yang mereka lakukan terhadap latar belakang atau profesi dan kombinasi pasangan capres dan cawapres.

Dilihat dari latar belakang, capres dan cawapres yang bersal dari kalangan TNI menduduki peringkat ketiga (15,2 persen) setelah profesional (22,6 persen) dan tokoh agama (17,1 persen).

Sementara, kombinasi militer-sipil menduduki urutan pertama tingkat ketersukaan (30,9 persen) untuk kombinasi capres-cawapres, dibandingkan sipil-sipil (27,9 persen), sipil-militer (15,2 persen), maupun militer-militer (8,5 persen).

"Ini cukup sederhana, ada semacam kerinduan atau semacam era siklus sepuluh tahunan di era republik ini," kata Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno saat menyampaikan hasil survei di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Pasca-Soeharto lengser pada 1998, dalam kurun enam tahun setelahnya Indonesia dipimpin oleh tiga sosok Presiden dengan latar belakang sipil yakni BJ Habibie, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, dan Megawati Soekarnoputri.

Setelah itu, posisi Mega digantikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang memiliki latar belakang militer.

SBY pun digantikan oleh sosok yang berlatar belakang sipil setelah memimpin dua periode selama sepuluh tahun, yakni Jokowi.

Kini, setelah Jokowi menduduki posisi yang sama untuk dua periode, menurut Adi, ada semacam kerinduan agar Indonesia kembali dipimpin oleh sosok militer.

"Sepertinya siklus sepuluh tahunan ini jadi perhitungan publik supaya dalam lima tahun berikutnya itu adalah dari kalangan militer," ujarnya.

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan mantan Ketua Umum HIPMI Sandiaga Uno (kiri) sebelum menghadiri acara pelantikan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2019-2022 di Jakarta, Rabu (15/1/2020).
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan mantan Ketua Umum HIPMI Sandiaga Uno (kiri) sebelum menghadiri acara pelantikan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2019-2022 di Jakarta, Rabu (15/1/2020). (KOMPAS.com/ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Sementara itu, Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan, Prabowo perlu melakukan tiga hal jika ingin elektabilitasnya tetap terjaga hingga 2024 mendatang.

Pertama, Prabowo harus menunjukkan kinerja yang baik sebagai Menteri Pertahanan.

Kedua, Prabowo harus bisa meraih simpati tiga jenis pemilih di masyarakat.

Tak Mau Tanda Tangan SPJ, Kades Lilo Adukan Perangkat Desa Ke DPRD TTS

Selama Pandemi Covid-19, Tercatat 696 Kehamilan Muda di Belu

Prediksi Fadel Muhammad, 3 Paslon Ramaikan Pilpres 2024! Prabowo Subianto-Puan Maharani Punya Kans

"Ketiganya yakni yang suka (aksi) 212, yang tidak suka 212 dan yang merasa tidak ada hubungannya dengan 212.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved