Rabu, 3 Juni 2026

VIDEO— Petani Di Mbay Merugi Jutaan Rupiah Akibat Angin Putting Beliung

Hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Nagekeo, mengakibatkan padi milik para petani di areal persawahan Mbay rusak berat.

Tayang:
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Frans Krowin

VIDEO—Petani Di Mbay Merugi Jutaan Rupiah Akibat Angin Putting Beliung

POS-KUPANG.COM, MBAY—Hujan lebat disertai angin kencang melanda Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Akibatnya padi siap panen miliki petani seluas 3 hektar areal persawahan di KM 1.6 Aeramo, Kecamatan Aesesa tumbang diterpa angin.

"Tanaman padi siap panen pada lahan seluas hampir 3 hektar milik para petani di areal persawahan KM 1.6 Tengah Aeramo, tumbang dihantam hujan angin yang melanda Kota Mbay  Senin hingga Selasa," ungkap warga Lazarus Rae, Rabu (20/5/2020) sore.

Padi milik Lazarus dijuga tumbang dan hampir semua tanaman padinya tumbang rata tanah.

Ia mengaku sangat kwatir saat hujan lebat disertaj angin kencang mengguyur Kota Mbay Senin (18/5/2020) malam hari.

Keesokanya harinya, ia langsung menuju sawah miliknya K.M 1.6 Aeramo ternyata firasatnya benar, padi siap panen tumbang.

"Memang saya sempat merasa khawatir terhadap keadaan tanaman padi milik saya sebab hujan sangat deras ditambah angin kencang. Dan pagi harinya saat saya datang ke sawah ternyata hampir semua padi saya telah roboh," ungkapnya.

Ia mengaku sangat sedih sebab tanaman padi pada lahan seluas satu hektar tersebut sebenarnya akan dipanennya beberapa hari ke depan.

Ia mengaku semua padi yang tumbang akan berpengaruh pada hasil panen nanti. Bisa saja berkurang.

"Dengan keadaan sebagian besar padi roboh seperti ini, sudah pasti hasil panenan saya menurun drastis. Perkiraan saya, panenan akan berkurang sekitar dua ton," ujarnya.

Ia mengaku biasanya dari lahan seluas satu hektar, dirinya dapat memanen padi sebnyak 6 ton dan tahun sebelumnya tidak seperti itu.

"Kalau sudah roboh begini, mungkin panenan saya hanya akan mencapai 4 hingga 4,5 ton saja. Itu pun kalau hujan angin tidak terjadi lagi," ungkapnya.

Ia mengatakan sebenarnya, sebelum padinya tumbang sangat bisa dipasarkan nanti.  Namun juga harganya tidak begitu baik.

Pasalnya harga  beras saat ini di Kota Mbay, dianggapnya sangat tidak berpihak pada kemakmuran petani.

VIDEO—Anggota DPRD Ngada Manfaatkan Reses Bantu Warga Terdampak Covid-19

VIDEO—Semua Kades Di Belu Wajib Umumkan Nama Penerima Bantuan

VIDEO— BST Bukan Anggaran Bagi Warga Sumba Timur Untuk Beli Moke

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved