Sumba Zona Merah, Bupati SBD: Pasar Tetap Beroperasi, MasyarakatPerhatikan Physical Distancing

Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete mengatakan, saat ini, Sumba bukan zona hijau lagi

Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Bupati SBD,dr.Kornelius Kodi Mete didampingi Plh Sekda SBD,,BernarduBulu, Kapolres SBD, AKBP Joseph F.Mandagi dan Dandim 1629 SBD, Letkol Inf.M.Laode S memimpin tapat evaluasi covid-19di lopo rujab Bupati SBD,Jumat (15/5/2020) 

POS-KUPANG.COM | TAMBOLAKA---Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete mengatakan, saat ini, Sumba bukan zona hijau lagi menyusul adanya dua warga Kabupaten Sumba Timur positip tertular virus corona .

Karena itu masyarakat SBD diminta lebih waspada dan selalu menjaga physical distancing. Aktivitas masyarakat Sumba Barat Daya tetap berjalan normal seperti pasar tetap buka dan lain-lain. Baginya yang penting masyarakat menjalankan protokol kesehatan maka pasti aman dari virus corona.

Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya, dr.Kornelius Kodi Mete memyampaikan hal itu sesaat setelah memimpin rapat evaluasi tim Covid-19 SBD di rumah jabatan bupati SBD, Jumat (15/5/2020).

238 Orang Pelaku Perjalanan di Cibal Barat, Manggarai Dapat Sembako Dari Gugus Tugas Covid-19

Menurutnya, untuk mencegah lalu lintas pergerakan manusia dari Sumba Barat Daya ke Sumba Barat hingga Sumba Timur dan sebaliknya maka pemerintah SBD memperketat posko perbatasan antara Sumba Barat Daya dengan Sumba Barat. Bila dalam pemeriksaan tim.kesehatan diposko Covid-19 di daerah perbatasan menemukan indikasi yang bersangkutan tertular virus corona maka langsung ditanganinya. Dengan demikian, keberadaannya tidak menimbulkan kekuatiran keluarga dan masyarakat sekitar.

Ini Komentar ASN di Manggarai Terkait Edaran Gubernur NTT Aktifitas Perkantoran Mulai 18 Mei 2020

Karena itu, ia menghimbau tim kesehatan yang bertugas di posko perbatasan harus menggunakan alat pelindung diri yang lengkap demi menjaga diri dari ancaman virus corona. Hal itu karena tidak semua warga jujur mau menceritakan kondisi tubuhnya. Langkah antisipatif itu demi melindungi diri tik kesehatan di posko perbatasan ataupun posko kecamatan di seluruh wilayah Sumba Barat Daya.

Sebab bila salah bertindak akan berakibat fatal bagi petugas kesehatan yang bersangkutan. Karenanya tim medis harus sungguh-sungguh memperhatikan hal tersebut dalam melaksanakan tugasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved