Opini Pos Kupang

Uji Sampel Swab Covid-19 di NTT

PADA tanggal 11Maret 2020, WHO telah menetapkan Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 sebagai pandemi global

Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto Uji Sampel Swab Covid-19 di NTT
Dok
Logo Pos Kupang

Kita bisa membayangkan susunan material biologis virus seperti rantai yang dibuat dari beberapa jenis blok berbeda dengan susunan urutan secara khusus. Untuk dapat memperbanyak bagian tertentu dari rantai blok tersebut, kita tentu saja membutuhkan jenis-jenis blok yang sama dengan bagian yang menjadi target kita.

Dalam konteks ini, jenis blok itu kita sebut sebagai basanukleotida. Perlu diingat bahwa kita tidak memperbanyak seluruh bagian dari susunan rantai blok tersebut tetapi hanya bagian tertentu yang menjadi ciri utamanya.

Untuk itu, kita membutuhkan blok khusus yang menjadi penanda atau pembatas bagian dari rantai yang akan diperbanyak. Inilah yang disebut sebagai primer. Proses ini dilakukan dengan bantuan komponen yang dinamakan enzim reverse transcriptase. Proses ini diulangi dalam beberapa siklus sesuai protokol untuk mendapatkan jumlah material biologis yang dapat terukur.

Terdapat beberapa cara untuk mendeteksi material biologis virus yang diperbanyak. Yang paling umum adalah dengan menambahkan sebuah komponen khusus yang disebut fluorescent dyes ke dalam campuran sampel sebelum proses tersebut.

Komponen ini didesain khusus untuk dapat berikatan dengan material biologis virus yang diperbanyak. Ketika berikatan, komponen ini akan menghasilkan cahaya yang dapat terukur. Semakin banyak jumlah siklus ulangan menggunakan PCR, semakin banyak jumlah material biologis virus yang diperbanyak. Dengan demikian, semakin besar intensitas cahaya yang terukur.

Kriteria konfirmasi adanya SARS-CoV-2 dalam sampel ditentukan menggunakan sebuah nilai ambang batas jumlah siklus proses perbanyakan material biologi virus. Semakin besar jumlah virus dalam sampel swab, semakin sedikit jumlah siklus yang dibutuhkan untuk memperbanyak jumlah material biologis virus.

Demikian juga sebaliknya.Oleh karena itu, sampel dengan jumlah siklus di bawah ambang batas ini akan dikategorikan positif sebaliknya di atas jumlah ambang batas siklus dinyatakan negatif.

Untuk memastikan keakuratan hasil analisis, kontrol negatif dan positif juga dilakukan dalam keseluruhan proses ini. Kontrol negatif tidak mengandung material biologis virus dan harus menunjukkan hasil negatif diakhir analisis.

Sebaliknya, kontrol positif mengandung material biologis virus dengan jumlah tertentu yang diketahui dan harus menunjukkan hasil positif diakhir analisis. Apabila kedua kontrol ini memberikan hasil yang berbeda diakhir proses, maka keseluruhan proses analisis harus diulang.

Penutup

Pada akhirnya, kita semua tentu saja berharap rencana instalasi laboratorium sesuai standar ini dapat berjalan sesuai harapan sehingga pengujian sampel swab terduga Covid-19 bisa dapat dilakukan secara mandiri di NTT.

Dengan demikian identifikasi orang terduga Covid-19 bisa dilakukan dengan cepat sehingga pemetaan dan penerapan strategi pencegahan penularan lanjutan Covid-19 dapat dilakukan lebih dini.*

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved