Opini Pos Kupang
Uji Sampel Swab Covid-19 di NTT
PADA tanggal 11Maret 2020, WHO telah menetapkan Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 sebagai pandemi global
Oleh: Fidelis Nitti, Dosen Kimia FST Undana, Kandidat Doktor Kimia Analisis, University of Melbourne
POS-KUPANG.COM - PADA tanggal 11Maret 2020, WHO telah menetapkan Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 sebagai pandemi global. Menurut data satgas Covid-19 pada tanggal 23 April 2020, jumlah terkonfirmasi kasus positif di Indonesia sebanyak 7.775 orang dengan jumlah yang meninggal sebanyak 647 orang.
Dalam konteks pencegahan penularan, kemampuan untuk mendeteksi orang yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 secara cepat sangatlah penting.
Sampai saat ini, metode resmi yang digunakan adalah Polymerase Chain Reaction (PCR). Metode ini melibatkan deteksi mataerial biologis virus dalam sampel swab tenggorokan yang menjadi ciri khas SARS-CoV-2. Kelebihan utama metode ini adalah sangat peka mendeteksi keberadaan virus walaupun dalam jumlah yang sangat kecil.
• ETIKA Kembali Salurkan Masker Bedah ke RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang
Hingga kini, sampel terduga Covid-19 dari NTT masih dikirimkan ke laboratorium rujukan di luar NTT untuk diuji. Dalam konteks manajemen resiko, ini tentu saja tidak efisien karena akan membutuhkan waktu yang lama sampai mendapatkan hasil. Inilah yang terjadi pada pasien 01. Banyak pihak akhirnya bertanya-tanya mengapa sampai saat ini laboratorium di NTT belum bisa melakukan uji mandiri sampel swab.
Berdasarkan berita pada beberapa media lokal, Pemerintah NTT sementara menyiapkan seluruh fasilitas pendukung dan menargetkan kesiapan laboratorium di NTT untuk dapat melakukan pengujian mandiri pada akhir April 2020. Berikut beberapa syarat utama yang dibutuhkan sebuah laboratorium untuk dapat melakukan uji swab menggunakan PCR secara mandiri dan mekanisme kerjanya.
Syarat Utama
Halaman World Health Organization (WHO) mengisyaratkan beberapa faktor utama untuk dapat melakukan uji sampel swab menggunakan PCR di antaranya operator yang terlatih, alat PCR, reagen yang diperlukan, alat pelindung diri (APD) terstandar dan media khusus (Viral Transport Media) untuk menyimpan sampel swab sebelum diserahkan ke laboratorium. Selain itu, dibutuhkan juga laboratorium dengan tingkat keamanan biosafety level-2.
• Ancaman Kelaparan di Tengah Wabah Covid-19
Laboratorium biosafety level-2 memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dari laboratorium biasa. Laboratorium ini memiliki biosafety cabinet di mana semua proses uji dilakukan. Ini bertujuan melindungi operator yang melakukan uji agar tidak tertular virus SARS-CoV-2.
Selain itu, laboratorium ini didesain dengan sistem aliran udara khusus untuk mencegah kemungkinan virus yang tidak sengaja terlepas ke udara agar tidak mengikuti aliran udara keluar laboratorium.
Tentu saja analisis resiko harus disiapkan terlebih dahulu sebelum melakukan uji dan keseluruhan prosesnya harus diawasi oleh seorang ahli.
Mekanisme Kerja
Awalnya, sampel swab terduga Covid-19 diambil oleh petugas yang dilengkapi APD. Sampel ini harus dimasukkan ke dalam VTM untuk diserahkan kepada laboratorium untuk proses uji selanjutnya.
Kita semua tahu bahwa virus ini memiliki ukuran yang sangat kecil dalam kisaran 200-400 nano meter. Karena itu, mustahil dapat mendeteksi material biologis penyusun virus secara langsung pada sampel swab dalam jumlah yang sangat kecil.
Pada tahapan ini, PCR menjadi sangat penting karena berperan memperbanyak jumlah material biologis virus agar dapat dideteksi. Proses ini biasanya membutuhkan beberapa jenis reagen yang disebut basanukleotida, primer dan enzim reverse transcriptase.