Sabtu, 2 Mei 2026

VIDEO - Frans Lebu Raya, Tim Khusus Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo

VIDEO - Frans Lebu Raya, Tim Khusus Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Ini terkuak saat penanaman kedelai di Desa Tontalete, Sulawesi Utara.

Tayang:
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin

VIDEO - Frans Lebu Raya, Tim Khusus Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo

POS-KUPANG.COM, MANADO – Drs. Frans Lebu Raya, Mantan Gubernur NTT, kini menjadi Tim Khusus Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo.

Ini terungkap saat dihibungi Tribunmanado.co.id terkait penanaman kedelai di Desa Tontalete, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Sulut, Selasa (20/4/2020) kemarin.

Melalui sambungan telepon, Senin (20/4/2020), Frans Lebu Raya ditanya soal kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) ke Desa Toronto, Kecamatan Kema.

VIDEO - Kapolres Ngada Pimpin Bakti Sosial di Kota Bajawa, Flores - NTT

VIDEO – Tak Punya TV, Anak Perbatasan Ende - Nagekeo Cari Signal di Pantai Untuk Belajar Online

VIDEO - Kecelakaan Tragis Antara Mobil Truck VS Motor di Jalan Tamrin

Frans Lebu Raya termasuk dalam Tim Khusus Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Ketika ditanya, Tribun Manado, seperti apa rencana penanaman kedelai tersebut? Frans mengatakan, “Pak Menteri Pertanian akan hadir dalam penanaman perdana kedelai sebagai momentum kebangkitan kedelai nasional.”

“Saya bersama teman-teman dari ILB bertekad untuk mendukung pemerintah dalam hal ini Menteri Pertanian untuk mengembangkan kedelai.”

Soalnya, selama ini kedelai impor masih tinggi. Impor kedelai itu dalam data yang kita dapatkan, ternyata mencapai 2,9 miliar dolar.

Ya, sehingga kami bertekad mendukung pemerintah untuk paling tidak mengurangi impor kedelai, meningkatkan produksi dalam negeri hingga kita bisa menyelamatkan devisa negara.

Ditanya, mengapa memilih Sulawesi Utara sebagai lokasi pengembangan kedelai, apa keistimewaan daerah ini?

Frans Lebu Raya  mengatakan, Saya bersama teman-teman bertekad mengembangkan kedelai, tetapi kami mulai dari Sulawesi Utara.

Mengapa Sulawesi Utara yang kami pilih, pertama karena lahannya lebih cocok, lebih subu.

Kedua, Sulawesi Utara itu pada tahun 2017 pernah menjadi juara nasional produksi kedelai 40.000 hektar.

Sehingga kami bertemu pemerintah daerah Pak Gubernur lalu kami mulai dari Sulawesi Utara.

Besok itu penanamannya untuk benih seluas 12 hektar, besok tapi akan berkembang menjadi 50 hektar untuk benih.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved