Erick Thohir Sentil Soal Mafia Alat Kesehatan, Begini Respon KPK dan Asosiasi Pengimpor, Simak Info

Di tengah pandemi Virus Corona, Menteri BUMN Erick Thohir menyentil tentang mafia alat kesehatan (Alkes) yang dinilai mengganjal.

Editor: Ferry Ndoen
KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARI
Menteri BUMN Erick Thohir 

POS KUPANG.COM-- - Di tengah pandemi Virus Corona, Menteri BUMN Erick Thohir menyentil tentang mafia alat kesehatan (Alkes) yang dinilai mengganjal.

Sentilan Erick melalui staf khususnya, Arya Sinulingga, memperoleh respon dari Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki) hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan siap mengawal penggunaan anggaran dalam penanganan Covid-19.

Erick menyinggung 90 persen alat kesehatan bahan bakunya berasal dari impor.

Pengadaan alat-alat tersebut, termasuk bahan bakunya, disebut didominasi mafia.

"KPK akan tegas terhadap pihak yang bermain-main terkait pengadaan barang dan jasa terutama terhadap kebutuhan alkes [alat kesehatan] terlebih untuk situasi sekarang ini," kata Ali Fikri saat dihubungi, Jumat (17/4/2020).

Bantuan kemanusiaan berupa alat kesehatan dari pengusaha Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia, tiba di tanah air melalui Gudang Kargo Bandara Soekarno Hatta, Jumat (27/3/2020). (Wartakotalive.com/Nur Ichsan)
Ali Fikri menyarankan setiap informasi terkait hal tersebut agar dapat langsung disampaikan kepada KPK.

"KPK tentu akan telaah dan dalami setiap informasi yang diterima," ujar Ali.

Impor Sejak Awal Kemerdekaan

Sementara itu Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki), Ahyahudin Sodri, mengungkapkan fakta di lapangan memang alkes yang ada di fasilitas-fasilitas kesehatan sebagian besar merupakan barang impor.

"Poduk impor sudah digunakan sejak awal kemerdekaan. Merek-merek impor sudah sangat kuat melekat di kalangan pengguna," jelas Ahyahudin, Jumat (17/4/2020).

Menurut dia, agar industri alkes di dalam negeri bisa tumbuh, pemerintah perlu memberikan sejumlah insentif yang bisa mendorong pelaku usaha alkes dalam negeri seperti yang dilakukan negara lain.

"Pemerintah dapat mendorong penggunaan wajib alat kesehatan nasional, seperti yang dilakukan oleh Malaysia, Korea, China dan India. Jika penyerapan pasar meningkat, maka akan mendorong tumbuhnya industri alkes dan bahan baku alkes," tutur Ahyahudin.

"Maka efek bola salju akan terjadi pada industri alkes nasional. Sehingga porsi produk impor dan lokal alkes dapat berimbang.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved