Selasa, 5 Mei 2026

VIDEO – Goris Gosa, Pengrajin Alat Musik Kolintang Bambu, di Kampung Ngorabolo, Ngada-Flores

VIDEO – Goris Gosa, Pengrajin Alat Musik Kolintang Bambu di Kampung Ngorabolo, Ngada-Flores. Keterampilan ini ia dapatkan dengan belajar di Boba.

Tayang:
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Frans Krowin

VIDEO – Goris Gosa, Pengrajin Alat Musik Kolintang Bambu, di Kampung Ngorabolo, Ngada-Flores

POS-KUPANG.COM, BAJAWA --  VIDEO –Goris Gosa, Pengrajin Alat Musik Kolintang Bambu, di Kampung Ngorabolo, Ngada-Flores

Menekuni pekerjaan dengan serius, tentu akan membuahkan hasil. Bila ada tantangan pun rintangan, jangan cepat menyerah. Sebab semua itu merupakan ujian dalam meraih kesuksesan .

Itulah spirit Gregorius Gosa (56) atau biasa disapa Om Goris, seorang pengrajin musik kolintang dan angklung di Kampung Ngorabolo, Desa Takatunga, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada.

Sejak tahun 1984, Om Goris menekuni pekerjaan itu hingga akhirnya bisa membiayai ekonomi keluarga.

VIDEO – Gunakan Bahasa Daerah, Warga di Pasar Tanarara Diminta Jaga Jarak Untuk Cegah Covid-19

VIDEO - 403 ODP di NTT Karantina Mandiri. Minggu, 29 Maret 2020

VIDEO - Hujan Lima Jam di Sumba Timur, Banjir Porak Porandakan Dua Jembatan di Maudolung

Om Goris sudah menghasilkan puluhan kolintang dan angklung serta alat musik lainnya yang terbuat dari bambu.

Pada Sabtu (28/3/2020) sekitar pukul 13.30 Wita, Om Goris bersama Marselinus Rado (35), sedang larut dalam pekerjaan membuat alat musik kolintang dari bambu.

Di bawah gubuk sederhana milik Om Goris, keduanya sibuk mengerjakan alat musik tersebut.

Di dekat Om Goris ada banyak perkakas, yakni gergaji,  parang, pisau, meter, siku dan alat kerja lainnya, bak seorang tukang kayu.

Potongan kayu, bambu berserakan di sekitarnya. Om Goris pun sibuk menyelesaikan pekerjaa itu.

Semua alat musik yang dihasilkan Om Goris dipesan dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut om Goris, pekerjaan membuat alat musik itu, bukan saja menyalurkan hobi, tapi juga menghasilkan uang.

"Kalau kolingtang, sudah 40-an lebih laku terjual. Sementara angklung ada 15 buah. Itu untuk melodi saja. Semuanya terbuat dari bamboo,” ujarnya.

Ia menuturkan, mulai menekuni pekerjaan itu sejak tahun 1984. Ia memulainya dengan membuat kolintang untuk Seminari Kisol dan SMP Swasta di Kisol. 

“Kalau satu set itu ada 5 meja," ungkap om Goris saat ditemui POS-KUPANG.COM di sela-sela kesibukannya alat musik kolintang itu.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved