VIDEO - Satpol PP Bubarkan Warga Yang Nongkrong di Taman Kota Sandelwood Waingapu, Terkait Codid-19
VIDEO - Satpol PP Tertibkan Warga Yang Nongkrong di Taman Kota Sandelwood, Waingapu-Sumba Timur. Ketua DPRD Sumba Timur, Ali Fadaq juga ikut.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Frans Krowin
VIDEO - Satpol PP Bubarkan Warga Yang Nongkrong di Taman Kota Sandelwood Waingapu, Terkait Covid-19
POS-KUPANG. COM, WAINGAPU – VIDEO - Satpol PP Bubarkan Warga Yang Nongkrong di Taman Sandelwood Waingapu, Terkait Covid-19
Demi mencegah penularan virus corona atau Covid-19 di kalangan masyarakat, Satpol PP Kabupaten Sumba Timur membuarkan sekolmpok warga yang berkumpul di beberapa tempat di Kota Waingapu, Minggu (22/3/2020) malam.
Aparat Satpol PP itu turun ke jalan dan tempat-tempat keramaian untuk membubarkan warga yang sedang nongkrong di tempat-tempat umum.
• VIDEO – Terminal Oebobo Sepi Karena Covid-19, Warga Kota Kupang Diminta Tidak Bepergian
• VIDEO - Pengusaha Pelayaran Tutup Semua Akses Dari dan Ke Pulau Solor, Terkait Virus Corona
• VIDEO SHIO Senin Pon Senin 23 Maret 2020 Shio Kerbau Hati-hati Shio Tikus Jaga Kesehatan Shio Lain?
Selain membubarkan warga yang duduk berkelompok, Satpol PP juga melakukan sosialisasi tentang social distracing.
Kepala Satpol PP Kabupaten Sumba Timur, Gollu Wola, S. Pd ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM di sela-sela penertiban itu membenarkan tentang aksi penertiban itu.
Kepada POS-KUPANG.COM di Taman Kota Sandelwood Waingapu, Minggu (22/3/2020) malam, dia menjelaskan, kegiatan itu dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.
Kegiatan itu juga, katanya, sesuai instruksi pemerintah pusat, Pemprov NTT dan Pemkab Sumba Timur tentang larangan berkumpul bagi warga.
“Apabila ada warga berkumpul di tempat-tempat umum maka harus dibubarkan. Cara ini untuk pencegahan penularan virus corona,” ujarnya.
Sementara bagi para pedagang agar mewaspadai penyebaran virus tersebut. Warga juga diminta untuk tetap berada di rumah selama beberapa minggu ke depan sambil menunggu instruksi pemerintah lebih lanjut.
"Virus ini tidak memandang siapa-siapa. Untuk itu warga harus menaati instruksi pemerintah,” tandas Gollu Wola
Saat ini, lanjut dia, tempat ibadah seperti gereja, masjid dan pura, juga sekolah-sekolah, sudah tidak ada aktivitas lagi.
“Jadi kami imbau warga untuk tidak boleh nongkrong di tempat terbuka, menghindari kerumuman orang dan hal lainnya. Ini untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19," kata Gollu Wola.
Sementara tentang aktivitas di pasar-pasar, dia mengatakan, telah ada instruksi bahwa penjual tetap berada di tempat jualan masing-masing dan tidak boleh ke-mana-mana.
Begitu juga di toko dan kios-kios juga warga harus tetap waspada agar tidak sampai terkontaminasi oleh virus cporona atau Covid-19 ini.
"Mulai malam ini, semua harus taat sambil tunggu pengumuman pemerintah lebih lanjut. Kami juga akan terus melakukan patroli setiap malam,” tandasnya.
Seandainya ada oknum warga bandel terhadap instrusi pemerintah, maka pihaknya akan ambil tindakan. Ini dilakukan demi kebaikan bersama.
Salah satu pedagang di Taman Sandelwood sekaligus warga Sumba Timur, Vecky Parinussa, mengaku sangat setuju dengan langkah tegas Satpol PP dalam menertibkan warga yang nongkrong di tempat-tempat umum.
Menurutnya, langkah yang diambil pemerintah sangat positif karena untuk mencegah covid-19 yang mana virus mematikan ini. "Intinya kami menerima dengan senang hati," ungkap Vecky Parinussa.
Warga lainya, Martin juga mengatakan hal yang sama. Ia sangat senang dan menerima dengan postif terkait himbuan dan penertiban itu guna mencegah wabah virus corona itu.
• VIDEO - Antisipasi Corona, untuk Sementara Pemda Ngada Larang Wisatawan Datang Ke Ngada
• VIDEO - Ratusan Warga Desa Leuwayan antar Mantan Penjabat Kades di Lewoleba Diringan Gendang Tarian
• VIDEO - Seperti Ini Suasana Saat Paket SEHATI Terima Rekomendasi dari Partai NasDem
Ketua DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq yang juga ikut dalam operasi penertiban itu, mengatakan, DPRD mendukung langkah-langkah yang diambil pemerintah guna mencegah penularan virus corona.
Namun, Ali Fadaq meminta agar pemerintah perlu mempertimbangkan penertiban pedagang di pasar-pasar. Sebab jika para pedagang kecil juga dilarang berjualan maka akan berdampak kurang baik bagi kehidupan mereka.
"Pada intinya kami mendukung langkah-langkah pemerintah, tetapi perlu dipertimbangkan dengan baik khusus bagi para pedagang. Pedagang kuliner, misalnya, mereka berjualan agar supaya bisa makan. Jadi perlu dipertimbangkan hal-hal seperti ini. Memang ibarat buah simalakama," kata Ali Oemar Fadaq yang juga polisi Partai Golkar ini.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Minggu (22/3/2020) malam, Kasat Pol PP bersama puluhan anggotanya mendatangi tempat-tempat keramaian seperti di Taman Kota Sandelwood, Lapangan Pahlawan dan jalan-jalan protocol lainnya.
Mereka membubarkan warga yang sedang ngobrol sekaligus mengimbau para pedagang kuliner dan lainnya untuk selalu waspada. (POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)
Tonton, Like, Share, Subscribe Youtube Channel POS-KUPANG.COM
(POS-KUPANG.COM)
Ingat SUBSCRIBE, SHARE dan tinggalkan jejak di kolom KOMENTAR.
Update info terkini :via: https://kupang.tribunnews.com/
Instagram poskupangcom : https://www.instagram.com/poskupangcom/?hl=id
Facebook : POS-KUPANG.COM: https://bit.ly/2WhHTdQ