Opini Pos Kupang
Virus Corona dan Publik yang Paranoid
Mari membaca dan simak Opini Pos Kupang berjudul virus corona dan publik yang paranoid
Perasaan takut dan cemas pada taraf tertentu memang baik. Hal ini berarti ada tuntutan untuk waspada, tetapi jika rasa takut dan cemas itu berlebihan atau sampai pada taraf paranoid, maka itu sangat berbahaya. Mengapa berbahaya?.
Hal ini terkait dengan tingkah laku orang yang paranoid. Seperti yang dijelaskan di atas, orang yang paranoid terkadang bertindak berlebihan bahkan bertindak irasional. Tindakan berlebihan ini bisa dilihat dalam fenomena memborong makanan. Seperti yang dilansir oleh Kumparan.com, pasca pengumuman Indonesia positif virus corona, warga di Tangerang berbondong-bondong menyerbu AEON Mall, BSD untuk membeli makanan dan kebutuhan lainnya.
Hal ini juga terjadi di tempat lain. Jika hal ini terus terjadi tentu akan berpengaruh terhadap perekonomian, harga barang akan semakin mahal. Hemat penulis, tindakan ini merupakan suatu tindakan yang berlebihan atau efek publik yang paranoid. Karena, kasus virus corona di Indonesia tidak separah yang terjadi di China.
Adapun korban meninggal dunia akibat virus corona biasanya karena daya tahan tubuh lemah. Selain itu, sudah banyak korban yang disembuhkan. Hal ini berarti publik tidak perlu merasa panik yang berlebihan.
Pemerintah pasti berupaya untuk mengatasi masalah ini. Lebih lanjut, karena virus corona terkait dengan daya tahan tubuh, maka masyarakat dituntut untuk menjaga daya tahan tubuhnya dengan mengkonsumsi makanan sehat serta menjaga kebersihan.
Terkait hal ini, seperti yang dikutip dari CNN.com, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengimbau agar masyarakat menjaga diri sendiri dengan berperilaku hidup bersih dan sehat serta memperkuat daya tahan tubuh. Menurut Terawan, kuncinya tetap terus berdoa, tetap berpikir positif, dan jaga imunitas tubuh. Kalau daya tahan tubuh baik, tidak mudah terkena virus.
Hal Yang Mesti Dilakukan
Selain menjaga daya tahan tubuh dengan menjaga kesehatan dan pola makan, hal penting yang mesti dilakukan lainnya adalah pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mesti melakukan sosialisasi tentang virus corona kepada masyarakat-terkhusus kalangan bawah yang mungkin saja tidak mendapat informasi tentang virus ini dari media online maupun televisi.
Selain itu, pemerintah mesti membatasi penyebaran berita bohong atau hoaks terkait virus corona di media online. Karena berita hoaks akan menambah kecemasan publik dan bisa berakibat lebih buruk lagi seperti tindakan anarkis.
Sembari memberantas hoaks, pemerintah mesti menyajikan infomasi yang benar terkait virus corona ini, serta langkah praktis apa yang mesti dilakukan. Lalu, upaya pengobatan terhadap dua orang yang terdampak mesti digalakkan, agar bisa sembuh. Hanya dengan itu, masyarakat tidak akan dilanda rasa takut berlebihan atau paranoid lagi. (*)