Salam Pos Kupang

DBD dan Corona

Ayo mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul: DBD dan Corona

Penulis: PosKupang | Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto DBD dan Corona
Dok
Logo Pos Kupang

Ayo mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul: DBD dan Corona

POS-KUPANG.COM - AKHIR akhir ini semua masyarakat dunia termasuk warga NTT panik dan gelisah karena adanya wabah virus Corona. Dikhawatirkan virus Corona menyerang masyarakat NTT.

Untuk penanganan virus Corona di NTT, pemerintah daerah telah menyiapkan dana sebesar Rp 4 miliar. Tiga rumah sakit dijadikan rujukan untuk pasien suspect virus Corona.

67 Desa di Ngada akan Gelar Pilkades Serentak Tahun 2020

Virus Corona begitu menyita perhatian masyarakat sehingga semua berusaha memproteksi diri dari penularannya.

Saat masyarakat dan pemerintah disibukkan dengan penanggulangan virus Corona, ternyata ada banyak warga di Kabupaten Sikka terserang demam berdarah dengue (DBD). Sudah 13 warga Sikka meninggal dunia akibat DBD.

Kondisi ini membuat semua pihak tercengang. Kita terlalu fokus dengan penanggulangan virus Corona sementara penyakit lainnya yakni DBD seakan tidak mendapat perhatian serius.

Jadi Tersangka ADD Jaksa Kacabjari Manggarai di Reo Hantar Kepala Desa Ruis ke Rumah Tahanan

DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk. Diperkirakan ada seratus juta kasus DBD yang terjadi pada tiap tahunnya di seluruh dunia. Sebagian di antaranya mewabah secara tiba-tiba dan menjangkiti ribuan orang dalam waktu singkat. Hal inilah yang sebenarnya mesti menjadi perhatian semua pihak.

Kita tahu bahawa penyakit DBD sangat berkaitan dengan nyamuk dan nyamuk itu sangat akrab dengan kebersihan lingkungan terutama soal genangan air.

Sudah tahukah Anda soal bagaimana penularan dan pencegahan dan pengobatan DBD? Masa inkubasi DBD bisa berlangsung sekitar 4 hingga 7 hari. Dan DBD umumnya akan terlihat 14 hari setelah masa inkubasi tersebut dan biasanya diawali dengan demam tinggi hingga suhu 41 derajat celsius.

Dan jika sudah terkena DBD maka akan timbul gejala tubuh menggigil, sakit kepala parah, munculnya bintik-bintik merah pada kulit, sakit tenggorokan, hilang nafsu makan, nyeri pada perut dan mual-mual, wajah yang berwarna kemerahan, nyeri hebat pada otot-otot punggung bawah, lengan, hingga kaki, nyeri hebat pada tulang dan sendi, rasa sakit bagian belakang mata, pendarahan yang tidak wajar, seperti gusi berdarah, mimisan, darah pada air seni atau Feses CB.

Jika sudah ada gejala ini sebaiknya periksakan diri ke dokter dan melakukan tes darah untuk memastikannya.

Jika terlambat ditangani maka akan bisa menimbulkan kematian. Sebaiknya kita bisa melakukan pencegahan DBD dengan cara tak terkena gigitan nyamuk DBD. Artinya nyamuk DBD mesti "dihilangkan" di rumah.

Bagaimana caranya, antara lain mensterilkan rumah atau lingkungan di sekitar rumah dengan penyemprotan pembasmi nyamuk atau fogging. Jangan lupa membersihkan bak mandi dan menaruh serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk DBD mati.

Selain ini Anda juga perlu menutup, membalik, atau menyingkirkan media penampung air. Pasanglah kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah atau memasang kelambu di tempat tidur.

Ya lakukan hal hal itu agar Anda bisa terhindar dari DBD yang biaa merenggut nyawa Anda atau keluarga. Jangan menunggu aksi pemerintah karena Anda bisa melakukan pencegahan sejak dini.

Semua orang bisa terkena DBD, dan semua orang juga bisa terhindar dari DBD. Bantulah pemerintah agar DBD tidak meluas dan menyebar ke daerah daerah lainnya.*

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved