Perang Tanding di Adonara Flotim

Berkat Tim Gabungan TNI dan Polri Situasi di Adonara Flotim Semakin Kondusif

Kasus perang tanding di Adonara Flotim, berkat tim gabungan TNI dan Polri situasi di Adonara Flotim semakin kondusif

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Salah satu korban dalam pertikaian masalah tanah di Desa Sandosi, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Kamis (5/3/2020). 

Kasus perang tanding di Adonara Flotim, berkat tim gabungan TNI dan Polri situasi di Adonara Flotim semakin kondusif

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Camat Witihama Laurens Lebu Raya menjelaskan, peristiwa perang tanding terkait sengketa batas tanah yang memakan korban terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Saat ini situasi sudah semakin kondusif karena gabungan aparat TNI dan Polri sudah langsung diterjunkan ke lokasi sengketa dan rumah duka.

"Sementara terkendali. Tidak ada amukan, karena ini masalah ada hubungan dengan adat," jelasnya.

Sengketa batas tanah di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur kembali menelan enam korban jiwa pada Kamis (5/3/2020) siang. Lokasi sengketa berada di wilayah Wulanwata, Desa Baobage, Kecamatan Witihama Adonara Kabupaten Flores Timur.

Penjelasan Camat Witihama Tentang Sengketa Batas Tanah yang Makan Korban di Adonara Flotim

Camat Witihama Laurens Lebu Raya memastikan enam korban ini adalah warga Desa Sandosi dan semuanya berjenis kelamin laki-laki. Empat korban dari Suku Kewaelaga dan dua korban berasal dari Suku Lamatokan.

Laurens mengatakan proses evakuasi korban dari tempat sengketa ke rumah duka memang sedikit terkendala akibat cuaca buruk dan kendala tranportasi.

"Kita langsung koordinasi dengan polisi dan tentara jadi langsung turun," kata Laurens yang saat dihubungi POS-KUPANG.COM masih berada di rumah duka korban.

Wabup Agus Boli Minta Kepolisian dan TNI Kirim Pasukan dan Siaga di Desa Sandosi

Disebutkannya, peristiwa saling bantai ini terjadi karena sengketa batas tanah yang sudah terjadi sejak tahun 1990-an.

Menurut dia, atas pemerintah desa dan kecamatan sudah melakukan mediasi tetapi dia menduga ada salah satu pihak yang melakukan penyerobotan dan memicu konflik lagi karena pihak lain merasa dirugikan.

"Kita sudah imbau masyarakat. Ini sekarang lagi visum," tandasnya.

Camat Laurens menambahkan tanah yang disengketakan juga bukan tanah ulayat melainkan batas tanah milik perorangan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

=======
Wabup Agus Boli Minta Kepolisian dan TNI Kirim Banyak Pasukan dan Siaga di Desa Sandosi

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Wakil Bupati Flores Timur ( Wabup Flotim), Agus Payong Boli Ia minta pihak kepolisian dan TNI agar mengirim pasukan lebih banyak dan siaga di Desa Sandosi dan sekitarnya sebelum korban di bawa masuk kampung karena situasi rusuh bisa saja terjadi saat itu.

"Kepada seluruh warga Lamaholot Flores Timur mari kita mendoakan agar masalah ini segera diselesaikan dan korban tidak lagi bertambah. Pemerintah juga menyampaikan turut berdukacita atas tragedi kematian saudara-saudara kita di Sandosi dalam konfik tanah ini. Semoga Tuhan menghapus dosa mereka dan menerima arwah mereka di sisi-Nya dan keluarga dikuatkan dalam kedamaian sejati," katanya.

Agus Boli mengatakan telah meminta pemerintah Desa Sandosi agar mengimbau suku-suku lain jangan terprovokasi dan masing-masing suku yang bertikai menahan diri supaya jangan lagi bertambah korban.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved