Anggota DPRD Sumba Barat, Raimon Toka : Masyarakat Butuh Air, Bukan Hanya Kubur Pipa
Petugas Pansimas beralasan karena sepanjang jalur pipa itu terdapat banyak kran air dan bersamaan sedang dibuka sehingga kran
Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
Anggota DPRD Sumba Barat, Raimon Toka : Masyarakat Butuh Air, Bukan Hanya Kubur Pipa
POS-KUPANG.COM |WAIKABUBAK---Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat asal daerah pemilihan Kecamatan Wanokaka dan Lamboya, Raimon Toka menyesalkan pembangunan proyek perpipaan air bersih bagi masyarakat Desa Waihura, Kecamatan Wanokaka, Sumba Barat sebagaimana telah diresmikan Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole bulan.lalu.
Proyek air bersih itu telah diresmikan tetapi sayangnya air tidak keluar sama sekali. Saat peresmian berupa pengguntingan pipa oleh bupati Drs.Agustinus Niga Dapawole yang juga dihadiri dirinya dan masyarakat Desa Waihura nampak jelas air tidak keluar.
Petugas Pansimas beralasan karena sepanjang jalur pipa itu terdapat banyak kran air dan bersamaan sedang dibuka sehingga kran diujung ini tidak keluar air.
Sejatinya hal itu hanya alasan belaka. Yang benar air tidak jalan sama sekali. Proyek itu hanya menanam pipa dan mengalirkan angin bukan air. Masyarakat Desa Waihura butuh air dan bukan bukan angin, proyek itu harus bermanfaat bagi masyarakat dan bukan kubur pipa.
Demikian disampaikan anggota DPRD Sumba Barat, Raimon Toka menanggapi pertanyaan masyarakat Kecamatan Kota Waikabubak yang mempersoalkan proyek air bersih Pansimas di Kelurahan Kampung Sawah dan Maliti yang tidak jalan air lagi.
Air hanya mengalir lancar satu dia bulan dan selanjutnya mati total. Padahal telah menelan dana ratusan juta rupiah dalam pertemuan yang berlangsung di aula Kecamatan Kota Waikabubak, Rabu (4/3/2020).
Menurutnya, kejadian itu bukan hanya dialami masyarakat Kecamatan Kota Waikabubak. Kami masyarakat Desa Waihura,Kecamatan Wanokaka juga mengalami hal yang sama. Kejadian itu belum lama ini, persisnya bulan lalu, dimana Bupati Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole meresmiskan proyek air bersih yang ditangani Pansimas di Desa Waihura.
Ketika itu, Bupati Agustinus Niga Dapawole menggunting pipa pertanda resmikan proyek air.bersih itu. Sayang nya, saat kran diputar air tidak keluar sama sekali. Beberapa kali dicoba tetap sama saja.
Sebetulnya, dia sudah mengetahui kejadian sesungguhnya karena pada pengerjaan awal, ia bersama masyarakat menolak bila pansimas tetap menggunakan bak penampung air lama yang dibangun pansimas sebelumnya.
Sebetulnya proyek serupa telah dibangun sebelumnya tetapi gagal dan kembali dikerjakan lagi di lokasi yang sama juga. Namun Pansimas enggan membangun bak penampung baru dengan alasan tidak ada anggaran maka proyek dilanjutkan saja.
Dirinya sudah memprediksi proyek iru akan kembali gagal. Kesannya hanya sekedar membangun saja. Padahal proyek itu menghabiskan dana Rp 230 juta.
Terhadap hal itu, warga mendesak aparat penegak hukum baik kepolisian dan kejaksaan segera menyelidiki dugaan kasus itu bukan hanya di Wanokaka tetapi juga di
• NTT Akan Miliki Tujuh Rumah Sakit Rujukan Untuk Corona
• Kasus Siswa Pukul Guru, Ini Tanggapan Pengamat Pendidikan
• Kepsek SMP V : Ruang Kepsek Jadi KBM dan Perpustakaan Beralih Jadi Ruang Guru
• Laka Lena Minta Penegak Hukum Tindak Tegas Penimbun Masker dan Sanitizer
• Biar Lebih Produktif Bekerja, Ikuti 5 Panduan Sederhana Menyiapkan Sarapan Pagi yang Sehat
beberapa wilayah lainnya di Sumba Barat karena hampir sebagian besar proyek air bersih tidak mengalir airnya. Kalaupun berfungsi hanya beberapa bulan saja dan kembali stop selamanya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter).