NTT Akan Miliki Tujuh Rumah Sakit Rujukan Untuk Corona
Provinsi Nusa Tenggara Timur akan memiliki tujuh rumah sakit yang menjadi rumah sakit rujukan penyakit yang baru muncul (emerging disease)
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
NTT Akan Miliki Tujuh Rumah Sakit Rujukan Untuk Corona
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Provinsi Nusa Tenggara Timur akan memiliki tujuh rumah sakit yang menjadi rumah sakit rujukan penyakit yang baru muncul (emerging disease) termasuk untuk rujukan kasus virus Corona (Covid-19).
Saat ini, berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto telah ditetapkan tiga rumah sakit rujukan emerging disease di Provinsi NTT dari 132 rumah sakit rujukan di seluruh Indonesia. Rumah sakit tersebut terdiri dari RSUD Prof Johannes Kupang, RSUD TC Hillers Maumere di Kabupaten Sikka Flores dan RSUD Komodo di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat.
Namun demikian, Pemerintah Provinsi NTT juga sedang mengusulkan penambahan rumah sakit rujukan untuk wilayah NTT ke Kementerian Kesehatan RI. Usulan tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan kebutuhan serta topografi NTT yang merupakan provinsi kepulauan dengan penyebaran penduduk yang tidak terpusat.
"Dalam perkembangan Pemprov NTT menganggap penting untuk mengusulkan beberapa rumah sakit karena topografi kepulauan dan sebaran penduduk," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT drg Dominikus Minggu Mere saat jumpa pers di RSUD Prof Johannes Kupang pada Rabu (4/3/2020) siang.
Ia mengatakan, Pemprov NTT telah mengusulkan Rumah Sakit Umbu Rara Meha Waingapu untuk menjadi rujukan di kawasan Pulau Sumba dan RSUD Gabriel Manek di Atambua Kabupaten Belu untuk menjadi rujukan. Untuk RSUD Gabriel Manek katanya, diusulkan kepada pemerintah karena memiliki posisi yang strategis karena berbatasan dengan negara Timor Leste.
Sementara dua lainnya, berdasarkan keterangan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melkiades Laka Lena kepada POS-KUPANG.COM akan diusulkan dan didorong rumah sakit swasta yakni RS Siloam Kupang dan RS Siloam Labuan Bajo.
Untuk penanganan situasi tersebut, dikatakan Minggu Mere, Pemprov NTT telah menganggarkan dalam pos anggaran darurat sebanyak Rp 4 miliar dari anggaran tak terduga. Dan ha tersebut, lanjutnya telah disepakati.
Biaya sebesar Rp 4 miliar tersebut urai Minggu Mere, antara lain akan digunakan untuk peningkatan sarana prasarana rumah sakit rujukan termasuk untuk pembangunan ruang tekanan negatif RSUD Johannes dan kelengkapannya.
Selain itu juga akan digunakan untuk pengadaan sarpras termasuk peralatan kesehatan, alat perlindungan diri (APD) dan alat lain termasuk laboratorium.
Dana tersebut juga akan digunakan untuk penambahan thermal scanner yang akan ditempatkan di wilayah pulau yang belum memiliki thermal scanner seperti Pulau Sumba. Saat ini, ujarnya, baru ada 9 unit thermal scanner di NTT dan itu dioperasikan oleh KKP.
Terkait kesiapan rumah sakit rujukan, Minggu Mere menjelaskan, pihaknya telah bertemu dengan manajemen RSUD Komodo pada Selasa (3/3/2020). Dalam pertemuan tersebut disepakati digunakan satu ruang khusu untuk penanganan pasien infeksi Virus Corona.
"Pada pertemuan dengan manajemen RS Komodo disepakati gedung A menjadi tempat perawatan khusus untuk pasien Covid-19. Ruangan itu juga dilengkapi exhaust dan filter," katanya.
Selain itu, dari sisi ketenagaan (sumber daya manusia), pemerintah juga akan melakukan suporting agar dapat menangani kondisi dan pasien dengan baik.
"Dari ketenagaan harus disuport, misalnya dokter paru harus melakukan koordinasi dan detasering termasuk mengadakan pelatihan khusus penanganan Covid-19," katanya. Untuk dokter dan tenaga medis dan tim rumha sakit dari NTT akan diikutkan dalam patihan yang diselenggarakan oleh Kemenkes terkait respon terhadap muncuknya infeksi virus Corona.
"Ini sudah direspon Kemenkes untuk beds pertama, dokter perawat dan tim rumah sakit ikut pelatihan. NTT diharapkan ikut dalam beds kedua," pungkas Minggu Mere.
• Kasus Siswa Pukul Guru, Ini Tanggapan Pengamat Pendidikan
• Kepsek SMP V : Ruang Kepsek Jadi KBM dan Perpustakaan Beralih Jadi Ruang Guru
• Laka Lena Minta Penegak Hukum Tindak Tegas Penimbun Masker dan Sanitizer
• Sikapi Fenomena Perubahan Iklim, BBPP Kupang Gelar Pelatihan Teknis Mitigasi dan Perubahan Iklim
• Sering Mengalami Sulit Tidur ? Terapkan 5 Langkah Praktis Ini, Dijamin Pulas Guys !