KKP Perketat Pemeriksaan Penumpang di Ruang Kedatangan Domestik Bandara El Tari Kupang

Tapi itu ternyata bukan suhu badan penumpang tapi yang panas handphone dan bahan yang sedang digunakan penumpang

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/LAUS MARKUS GOTI
Penumpang di ruang kedatangan domestik Bandara El Tari diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas KKP Kupang menggunakan Thermgun, Rabu (4/3/2020). 

KKP Perketat Pemeriksaan Penumpang di Ruang Kedatangan Domestik Bandara El Tari Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dua hari setelah Presiden RI Jokowi Widodo mengumumkan ada warga Indonesia positif Corona, pihak Bandara El Tari Kupang berkoordinasi dengan Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kupang perketat pemeriksaan terhadap penumpang domestik.

Setelah menggelar rapat kemarin, Selasa (3/3/2020) di Bandara El Tari, hari ini petugas KKP Pos Kerja Bandara El Tari memasang dan mengoperasikan satu unit thermal scaner di ruang kedatangan domestik.

Tidak hanya itu mereka juga menyiapkan satu unit ruang pemeriksaan. Petugas KKP yang dikerahkan bertugas memeriksa penumpang berjumlah lima orang. Petugas juga dibantu oleh para staf Bandara El Tari Kupang. Semua yang bertugas wajib mengenakan masker.

Lilik Dwi Ariyati, Perawat Staf KKP Kupang, kepada POS-KUPANG.COM mengatakan sejak pagi sekitar pukul 08.00 Wita mereka sudah mulai memeriksa penumpang. Hasilnya, hingga pukul 18.00 Wita, tidak ada penumpang yang sakit atau tampak tanda-tanda mengidap Corona.

Dia jelaskan thermal scaner tersebut secara otamatis memantau suhu tubuh para penumpang di ruang domestik, suhu tubuh penumpang langsung terbaca lewat layar monitor yang terhubung dengan thermal scaner.

Jika masih normal, maka angka yang muncul di layar monitor berwarna hijau, jika tidak normal (di atas 37,5 derajat celcius) angka yang muncul berwarna merah.

Namun, suhu penumpang yang tidak normal tidak serta merta berarti yang bersangkutan mengalami gangguan kesehatan, karena panas handphone atau peralatan lain berbahan logam yang sedang digunakan penumpang juga bisa terbaca oleh thermal scaner.

Untuk memastikan bahwa suhu tidak normal yang terbaca di layar monitor, benar suhu tubuh si penumpang, petugas lakukan pemeriksaan sekali lagi secara manual dengan thermogun. Thermogun didekatkan pada dahi penumpang suhu tubuh langsung terbaca di thermogun.

"Masih aman kak, sejauh ini. Memang seringkali di monitor thermal scaner muncul angka merah, yang 38 derajat celcius ke atas. Tapi itu ternyata bukan suhu badan penumpang tapi yang panas handphone dan bahan yang sedang digunakan penumpang," ungkapnya.

Menurutnya, jika ada penumpang dengan suhu tubuh tidak normal, maka langsung dievakuasi ke ruang pemeriksaan tidak jauh dari ruang kedatangan domestik. "Kita wawancara, kalau memang dia sakit, apalagi ada tanda-tanda Corona, maka kita rujuk ke rumah Sakit Johanes Kupang," ungkapnya.

Pantauan POS-KUPANG.COM, para penumpang tidak keberatan saat menjalani pemeriksaan terutama secara manual dengan thermalgun. Sebagaian besar penumpang mengenakan masker.

TAK LIVE TVRI - Prediksi & Jadwal Live Streaming Mola TV Manchester United vs Manchester City

Kata Arist Merdeka Sirait Soal Tudingan Abaikan Korban Pelecehan Seksual

CEK LIVE RCTI + Live Streaming Sheffield vs Manchester City Piala FA Cup, Cek TV Online Vidio.com

Kasus Guru Dipukul Siswa, Inche Sayuna : Bukti Gagalnya Pendidikan Karakter

Bento Humau Usulkan Korban, Komite dan Sekolah Harus Saling Koreksi

Yelfret Malafu Mengaku Nasibnya Diselamatkan Guru Piket

"Saya kenalan masker, yah kita tau kan isu Corona, takut atau panik sih nggak, cuman kita perlu waspada saja, kan baik," ungkap salah seorang penumpang asal Surabaya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved