VIDEO - Warga Besipae Ajak Satpol PP Propinsi NTT, Sumpah Makan Tanah. Ini Penyebabnya

VIDEO - Warga Besipae Ajak Satpol PP Propinsi NTT, Sumpah Makan Tanah. Ajakan itu oleh dua tetua adat bersama warga yang selama ini mendiami Besipae.

VIDEO - Warga Besipae Ajak Satpol PP Propinsi NTT, Sumpah Makan Tanah. Ini Pemicunya

POS-KUPANG.COM, SOE – VIDEO - Warga Besipae Ajak Satpol PP Propinsi NTT, Sumpah Makan Tanah. Ini Pemicunya

Dua tua adat Besipae, Imanuel Tampani dan Niko Manao menantang anggota Satpol PP Propinsi NTT dan Sony Libing, Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Propinsi NTT untuk melakukan sumpah makan tanah.

Jika tanah Besipae merupakan milik Pemprov NTT, maka tidak akan terjadi apa-apa dengan anggota Satpol PP dan Sony Libing pasca melakukan penertiban.

Tetapi jika tanah tersebut merupakan tanah warga Besipae, maka anggota Satpol PP dan Sony Libing tidak akan pulang dengan selamat sampai ke rumah.

VIDEO: Perempuan Pencari Kayu Bakar di Belu, Temukan Bom Aktif, Diduga Sisa Perang Dunia Ke-2

VIDEO: 4 Kantor PLN di Ende Terbakar Bersamaan, Untung Para Pegawai Cepat Memadamkannya

VIDEO: Secara Sukarela, Haji Arifin dan Pua Abama di Ende, Serahkan Tanah Kepada TNI

" Kalau berani kita sumpah makan tanah. Kalau ini memang tanah Pemda maka tanah akan makan kami. Tetapi kalau ini bukan tanah Pemprov NTT maka tanah akan makan bapa semua yang hari ini datang lakukan penertiban," ujar keduanya sambil mengambil tanah dan memasukan kedalam mulut masing-masing.

Tantangan dari Tampani dan Manao tak digubris oleh satpol PP yang terus melakukan penertiban. Sony Libing pun nampak tak menghiraukan tantangan tersebut. Sony yang dikawal ketat enam orang anggota Brimob bersenjata lengkap tampak santai menanggapi tantangan tersebut.

Melihat tantangannya tak digubris, Tampani dan Manao semakin menjadi-jadi. Keduanya dengan suara tegas mengatakan, siap melawan hingga mati.

Bahkan, duanya mencoba memprovokasi anggota kepolisian dengan meminta untuk ditampar, namun tak digubris.

Keduanya memastikan warga Besipae akan tetap mendiami kawasan Besipae. Warga kompak tidak akan keluar dari kawasan Besipae yang disebut sebagai tanah mereka walau tak mampu menunjukkan sertifikat hak milik.

Halaman
123
Penulis: Dion Kota
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved