VIDEO: Perempuan Pencari Kayu Bakar di Belu, Temukan Bom Aktif, Diduga Sisa Perang Dunia Ke-2
VIDEO: Perempuan Pencari Kayu Bakar Temukan Bom Aktif Diduga Sisa Perang Dunia Ke-2. Bom itu ditemukan di dalam hutan di Desa Jenilu, Kabupaten Belu.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Frans Krowin
VIDEO: Perempuan Pencari Kayu Bakar Di Belu, Temukan Bom Aktif Diduga Sisa Perang Dunia Ke-2
POS KUPANG.COM, ATAMBUA – VIDEO: Perempuan Pencari Kayu Bakar Di Belu, Temukan Bom Aktif, Diduga Sisa Perang Dunia Ke-2
Seorang perempuan pencari kayu bakar di Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Berta Sila, menemukan sebuah bom yang diduga masih aktif.
Bom yang juga diduga sebagai peninggalan perang dunia ke-2 itu ditemukan di dalam hutan, saat ia sedang mencari kayu bakar untuk kebutuhan rumah tangga.
• VIDEO: Ramalan Zodiak Pagi Ini Selasa 18 Februari 2020 Aries Mengeluh Cancer Kerja Dong Stop Malas
• VIDEO: Inilah Potret Toleransi Umat Beragama Saat Pesparani di Kabupaten Nagekeo
• VIDEO: Secara Sukarela, Haji Arifin dan Pua Abama di Ende, Serahkan Tanah Kepada TNI
Setelah menemukan sebua besi tua tersebut, Berta berniat untuk menimbangnya agar bisa mendapatkan uang.
Pada saat itulah, ia meminta bantuan keluarga untuk bersamanya mengambil besi tersebut agar bisa dijual.
Tak dinyana, ternyata besi yang ditemukan di hutan itu adalah sebuah bom yang diduga masih aktif.
Kapolres Belu, AKBP Cliffry Steiny Lapian S.I.K melalui Wakapolres, Kompol Herman Bessie, saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, membenarkan hal tersebut.
Ia menyebutkan, Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dari Gegana Brimob Polda NTT, telah mengevakuasi bom yang ditemukan di Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, pada Sabtu (15/2/2020).
Evakuasi bom tersebut dilakukan Tim Jihandak Brimob Polda NTT, pada Senin (17/2/2020) sekitar pukul 11.00 Wita.
Wakapolres menuturkan, bom tersebut akan dihancurkan atau disposal di wilayah Kabupaten Belu. Saat ini tim Gegana masih melakukan identifikasi bom tersebut sampai pada penghacuran bom atau disposal.
Dikatakannya, bom tersebut sudah dievakuasi dari lokasi penyimpan awal di Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.
Bom dengan daya ledak tinggi itu dievakuasi dari lokasi Desa Jenilu menuju Mako Brimob Atambua, wilayah Halikelen, sekitar 16 kilometer dari Kota Atambua ke arah Kupang.
Menurut Kompol Herman, secara teknis, status bom tersebut masih dideteksi oleh Tim Jihandak Brimobda Polda NTT.
Tim Jihandak Brimob Polda NTT tentunya membutuhkan beberapa hari lagi berada di Atambua untuk mengurai isi bom tersebut.