Pilkada 2020, Ahmad Atang Sebut Golkar Tidak Terpaku Pada Kader Murni

memaksimalkan momentum Pilkada 2020 untuk meraih kemenangan sebagai modal politik masa depan

Pilkada 2020, Ahmad Atang Sebut Golkar Tidak Terpaku Pada Kader Murni
POS KUPANG/NIA
Dr. Ahmad Atang, MM

Pilkada 2020, Ahmad Atang Sebut Golkar Tidak Terpaku Pada Kader Murni

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Partai Golkar sebagai salah satu partai papan atas di NTT tentu akan memaksimalkan momentum Pilkada 2020 untuk meraih kemenangan sebagai modal politik masa depan. Karena itu Partai Golkar tidak terpaku pada kader murni.

Hal ini disampaikan Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, M.Si kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (26/1/2020) malam.

Menurut Ahmad, Partai Golkar sebagai salah satu partai papan atas di NTT tentu akan memaksimalkan momentum Pilkada serentak 2020 ini untuk meraih kemenangan sebagai modal politik masa depan.

Karena itu, jika melihat peluang, partai golkar dalam hal ini memiliki banyak kader yang berkualitas dan populis untuk didorong menjadi kompetitor pada pilkada mendatang.

"Beberapa daerah telah mencuat nama-nama atau figur, baik itu pendatang baru atau petahana yang akan diusung oleh partai golkar.

Namun demikian, menentukan pasangan calon golkar tentu miliki mekanisme untuk menjaring dan menyaring kandidat," kata Ahmad.

Dia mengakui, Partai Golkar memiliki strategi tersendiri dalam memenangkan pilkada, dengan melihat pengalaman pilkada-pilkada sebelumnya.

"Sepanjang yang saya tahu, selain figur yang didorong tersebut muncul melalui mekanisme internal yang secara hirarkhir, Partai Golkar menggunakan survey sebagai sarana untuk menentukan pilihan pasangan calon. Pada titik ini, golkar cenderung tdk terpaku pada kader murni dari dalam namun figur luar yang memiliki modal sosial yang diukur dengan hasil survey," katanya.

Dalam menghadapi pilkada serentak pada sembilan kabupaten tahun ini, setiap partai politik telah memasang target agar pasangan yang diusung dapat memenangkan pertarungan tersebut

Oleh karena itu, lanjut Ahmad, akan terjadi perang strategi baik oleh partai pengusung maupun pasangan calon.

Dengan pola ini menurut Ahmad, Partai Golkar memiliki peluang untuk menghitung keuntungan politik pilkada.

Pilkada 2020, NasDem NTT Masih Proses Penetapan Balon di Belu dan TTU

Rince Masu Polisikan Ketua Pengadilan Negeri Kupang

Usai Di-PHK Pemprov NTT, Proyek Monumen Pancasila Hingga Kini Masih Diselidiki Kejati NTT

"Tantangan yang dihadapi Partai Golkar juga tidak ringan, karena survey terkadang tidak inheren dengan hasil pilkada. Di pihak lain, Partai Golkar akan menghadapi renggangnya soliditas internal jika figur yang diusung bukan kader sendiri," ujar Ahmad.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved