Kisah Pria Asal Atambua Pungut Sampah Plastik untuk Menopang Hidup di Nagekeo
Kisah Pria asal Atambua pungut sampah plastik untuk menopang kebutuhan hidup di Nagekeo
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
Marianus tak kehilangan akal ketika musim gelombang laut tinggi. Ia berputar otak bagaimana caranya mendapatkan uang.
Tak hanya memungut sampah plastik, Marianus juga mencari Kepiting untuk menambah penghasilan.
"Istri saya ibu rumah tangga. Saya turun laut, musim begini istirahat dan kerja lain dulu diluar untuk dapatkan uang. Mungkin satu bulan, saya mulai kerja begini. Kita serba butuh uang," ungkap Marianus.
Marianus mengaku hasil yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Seperti membeli beras. Harga satu buah tas atau keranjang yaitu 30.000 hingga 50.000 rupiah.
"Setelah tasnya selesai dibuat, kami jual dan uangnya untuk keperluan keluarga," ujar Marianus.
Marianus juga mengungkapkan aksi yang dia lakukan merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Dirinya ingin agar kawasan pantai bebas dari sampah plastik.
"Memang banyak sekali sampah plastik dan saya coba untuk mulai bahwa ada manfaatnya jika sampah plastik diolah. Padahal bisa menghasilkan barang yang bernilai ekonomis," ujar Marianus.
Marianuspun berharap agar gelombang laut cepat redah kembali sehingga dirinya dan sejumlah nelayan bisa melaut.
"Ya kita tidak bisa paksa. Kita berharap agar gelombang tinggi ini redah dan tidak ada lagi angin kencang, sehingga kami melaut kembali," harap Marianus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)