Ansy Lema Berdayakan Lahan Kering di NTT, Rafael Levis Beri Apresiasi

Ansy Lema untuk memberdayakan lahan kering di NTT mendapat apresiasi dari akademisi dari Fakultas Pertanian Undana Kupang, Leta Rafael Levis

POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Leta Rafael Levis Akademisi Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang di Kantor DPD Perwakilan Provinsi NTT, Selasa (7/1/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Langkah Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema atau akrab disapa Ansy Lema untuk memberdayakan lahan kering di NTT mendapat apresiasi dari akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Leta Rafael Levis.

Ansy dalam diskusi dan konsultasi publik bertajuk 'Kemiskinan dan Pola Pengembangan Lahan Kering di NTT' yang berlangsung di Gedung DPD Perwakilan Provinsi NTT, Selasa (7/1/2020), menegaskan gebrakan baru untuk memberdayakan lahan kering di NTT harus segera dilaksanakan. Mengingat 50 persen lebih, penduduk miskin di NTT merupakan petani.

Kasus Pencurian HP oleh Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang Berakhir Damai

Ansy Lema menggagas ide mengatasi kemiskinan di NTT dengan pengelolaan pertanian lahan kering. Menurutnya kemiskinan di NTT adalah kemiskinan petani. "Mayoritas petani adalah petani lahan kering," ungkap mantan aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) ini.

Ansy menjelaskan, kondisi lahan kering di NTT yang keras dan berbatu, sulit untuk diolah secara tradisional, bahkan dengan traktor pun masih sulit, karena itu butuh alat yang lebih besar yakni exavator.

Ansy menegaskan menghadapi kondisi tanah di NTT masyarakat butuh alat dan negara harus memerhatikan itu. "Selama ini orang bilang di NTT itu banyak lahan tidur, petani tidur, saya bilang tidak! Yang terjadi itu negara yang tidur. Bagaimana petani bisa bekerja kalau dia tidak punya alat," tegas Ansy.

Ansy Lema Ingin Lahan Kering di NTT Diberdayakan, Tanam Tanaman Bernilai Ekonomis

Menanggapi hal itu Leta Rafael yang diwawancarai POS-KUPANG.COM, di sela diskusi tersebut mengatakan, sebagai warga NTT dan sebagai akademisi, ia patut memberikan apresiasi terhadap langkah yang diinisiasi oleh pa Ansy Lema dalam melakukan public hearing untuk mengentaskan kemiskinan NTT melalui pembangunan sektor pertanian lahan kering.

Menurutnya diskusi yang langsung dihadiri oleh Direktur Pembiayaan Kementrian Pertanian sebagai langkah inovatif dan kreatif dari pa Ansy Lema untuk membiayai setiap rencana pembangunan pertanian lahan kering di NTT.

Dia katakan selama ini, konsentrasi pembangunan pertanian terbawa oleh konsep-konsep pembangunan pertanian lahan basah sehingga pertanian lahan kering seperti NTT tidak diperhatikan.

"Saya mengharapkan Dinas Pertanian sebagai instansi teknis bisa langsung mengambil langkah-langkah konkrit untuk menangkap peluang nyata yang digagas Ansy Lema," ungkapnya.

Ia menjelaskan hal yang bisa dilakukan adalah, pertama, mengidentifikasi lahan kering dalam ukuran layak usaha sebagai pilot project masing-masing di Timor, Sumba dan Flores masing-masing satu kabupaten.

Halaman
123
Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved