Berita Cerpen

Cerpen Thadeus Edison Putra: Garis Takdir

Cerpen Thadeus Edison Putra: Garis Takdir. Dino terlihat sedih siang itu. Sesekali ia melihat kaki kanannya yang sudah diamputasi.

ilustrasi pos kupang
Garis Takdir 

Hatinya belum merdeka sebab dua hari lagi masih ada satu ujian seleksi yang harus diikutinya. Kekwahtiran bertambah ketika mendengar dua pesaingnya ini adalah tenaga honor di kantor yang menolaknya kala itu mengingat secara pengalaman mereka lebih baik.

Di saat dia merenungi semuanya itu tiba-tiba Hp-nya berdering nada pesan masuk.

"Selamat Anda otomatis diterima sebagai Aparatur Sipil Negara pada formasi yang Anda tujukan saat pendaftaran sebab terlibat dalam tindakan nepotisme."

Sosok ini Bongkar Nasib Rumah Tangga Syahrini Reino Barack, Sebut Bakal Pisah Ranjang, Orang Ketiga?

Hatinya seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia berpikir jangan sampai di sedang bermimpi namun setelah dia cek kembali handphonenya bahwa betul dirinya tak sedang bermimpi.

Dino tersenyum bahagia dan air mata bahagianya jatuh tatkala melihat ibunya yang sudah menua pulang menggarap kebun tetangganya.

"Sudahlah, ibu tak perlu repot-repot sekarang. Semua kepahitan akan dirasakan manisnya. Tak ada jalan mudah untuk mencapai kemerdekaan di mana pun. Banyak dari kita berkali-kali harus melewati lembah dengan bayangan kematian sebelum mencapai puncak cita-cita kita itu. Dan cita-cita itu kita rasakan kini," kata Dino sambil memeluk ibunya.

Semua sudah berubah kini. Garis takdir telah merubah Dino yang dulu dari seorang pengangguran menjadi orang penting di kantor barunya kini.

Siang itu, dia mengambil penanya dan menulis di buku diarinya: Ikuti alurnya, nikmati prosesnya. Tuhan tahu kapan kita bahagia.

(Edison Putra, beberapa karyanya telah terbit media online dan media cetak).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved