Opini Pos Kupang
Gibt es eine Sicherheitsgarantie Während Meiner Zeit an Ihrem Arbeitsplatz?
Baca Opini Pos Kupang: Gibt es eine Sicherheitsgarantie Während Meiner Zeit an Ihrem Arbeitsplatz? ( Manisfestasi Ide dalam Dialog)
Baca Opini Pos Kupang: Gibt es eine Sicherheitsgarantie Während Meiner Zeit an Ihrem Arbeitsplatz? ( Manisfestasi Ide dalam Dialog)
Oleh : Irjen Hamidin, Kapolda NTT
POS-KUPANG.COM - INI pertanyaan sarapan pagi dari seorang turis Jerman yang penulis jumpai di Restorant hotel Ayana Labuan bajo akhir bulan lalu. Saat itu penulis sedang melaksanakan kunjungan kerja dinas dan kebetulan menginap di hotel yang sama dengan sang turis. Sangat sederhana pertanyaan itu kalau kita bahasa Indonesiakan. Jawabannya juga sebetulnya cukup satu kata saja yaitu " ja " order " nein " atau " yes" or " No " saja.
Bila disederhanakan dalam bahasa Indonesia kira-kira pertanyaan turis bule tersebut adalah "Adakah jaminan keamanan selama saya menikmati jalan-jalan di wilayah kerja Anda (sebagai polisi) ini? Sejatinya tinggal dijawab saja "iya" atau " tidak".
• Tatap Muka dengan Forkopimda Ngada, Kapolda NTT Ajak Promosikan Wisata
Tapi dalam konteks aparatur tentu penulis akan jawab "iya" seterusnya "Anda akan dijamin aman." "Ja, ich garantiere Ihnen, dass Sie sicher und bequem sind."
NTT ibarat boneka berbulu emas yang disimpan di lemari kayu. Ini adalah ungkapan penulis tentang betapa indahnya tanah Flobamora ini. Bagi beberapa touris asing dan domistik yang datang ke sini mereka akan mengatakan "inilah surga".
Siapapun yang pernah datang ke Labuan Bajo NTT semua akan memuji. Siapapun yang datang ke Alor, Maumerre, Sikka mereka akan berdecak kagum. Apalagi kalau sang turis asing maupun lokal tersebut memiliki hoby menyelam. Mereka bisa menceritakan suasana bawah air yang tiada tandingannya di seluruh dunia. Sebut saja spot selam di Pulau Kanawa, di Batu Bolong yang lokal sering menyebutnya mesin cuci , Taka Makasar, Batu Cermin, manta point dengan ribuan manta parinya, atau di 50-an tempat lain yang belum tereksporasi dan tereksplore oleh penyelam lokal.
• Bandara El Tari Kupang Akan Terapkan Sistem Informasi Analisa Pelayanan Hukum Berbasis Elektronik
Bila tidak bisa menyelam namun ingin melihat ribuan Lumba-lumba bermain di atas permukaan air, datang saja ke Pulau Ternate . Mau melihat ikan Duyung yang bisa dipanggil dan mendekat ke perahu datanglah di ujung landas pacu Bandara Alor.
Mau lihat tradisi memana paus datanglah ke Lembata. Sementara kalau yang hobby menikmati keindahan alam pantai atau hikking mereka tidak akan bisa melupakan Ppantai Long Beach, Pink Beach, Pulau Kelor atau hikking Padar serta puluhan pulau pulau lain.
Yang ingin menikmati binatang mereka akan bercerita tentang Pulau Kelelawar, Pulau Rinca, Pulau Komodo dan pulau pulau lain yang sama memiliki reptil purba Komodo. Bagi yang menyukai tradisi adat istiadat (ancient culture) mereka bisa bergeser meluangkan waktu ke Ruteng melihat kampung Wae Rebo yang berada di atas gunung dan berkabut awan, atau bisa datang ke Alor melihat masyarakat tradisional yang masih berpakaian kulit kayu (bark) dan membuat api masih dengan menggosok- gosokan bambu dengan bambu atau batu dengan batu. Semua situasi dan cerita itu sungguh menjadi tujuan surga perjalanan bagi turis asing dan domistik.
Ibarat boneka, wisata NTT adalah boneka berbulu emas yang masih disimpan di lemari kayu. Dia belum terekspose maksimal. Buktinya, turis Jerman yang makan bersama penulis menjelaskan, bahwa dia datang ke Labuan Bajo karena ajakan teman yang sudah tinggal cukup lama di NTT. Bukan dari tulisan-tulisan di Blogsite dan website yang secara universal seharusnya sudah tersebar.
Beberapa Ide Inspiratif
Penulis sangat menyadari bahwa di samping harus melaksanakan tugas pokok sebagai penegak hukum, melindungi dan menjadi pengayom masyarakat, menjaga dan memelihara ketertiban masyarakat, sebagai individu tentu juga memiliki hobby untuk relaksasi seperti melukis, menulis, hikking, dan salah satunya adalah olah raga diving.
Di sela pelaksanaan tugas yang melelahkan, kadang penulis mencoba mendatangi tempat-tempat yang dari mulut ke mulut menurut komunitas dikatakan sangat bagus.
Pertama pada awal tugas penulis mendatangi Alor, mencoba berkeliling di pulau-pulau Alor dan sekitarnya dan di laut penulis menemukan ratusan bahkan ribuan ikan lumba- lumba berlompat-lompatan di atas permukaan air. penulis sempat tertegun tentang betapa kuasa sang Khalik ini luar biasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketimpangan-pendapatan-patologi-inheren-perekonomian.jpg)