Rabu, 13 Mei 2026

Opini Pos Kupang

Gibt es eine Sicherheitsgarantie Während Meiner Zeit an Ihrem Arbeitsplatz?

Baca Opini Pos Kupang: Gibt es eine Sicherheitsgarantie Während Meiner Zeit an Ihrem Arbeitsplatz? ( Manisfestasi Ide dalam Dialog)

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
Dok
Logo Pos Kupang 

Penulis juga pernah merasakan naik kapal Phinisi dengan layar yang terkembang menggunakan dorongan angin. Penulis juga mendatangi ikan mamalia Dugong di laut lepas yang sangat bersahabat dengan manusia bahkan masyarakat lokal memberinya nama dengan panggilan "mawar". Dengan memanggil nama itu, sang mamalia akan mendekat bahkan menempel pada perahu yang kita tumpangi. Sungguh luar biasa lautan lepas serasa sea world.

Esok harinya penulis melakukan penyelamam happy dive di enam spot yang berbeda. Mulai dari yang slop, wall, dan pasir. Juga penulis menghadapi berbagai type arus laut mulai yang SC (slice current), teduh sampai DC (down current ).

Penulis juga sempat melihat bagaimana ikan ditangkap dengan fish trap atau bubu di bawah laut. Sebelum kembali ke Kupang penulis mendatangi kampung adat Takpala dengan tradisi Tari Perang dan kampung adat Kabola yang masyarakatnya masih berbaju kulit kayu.

Di kesempatan yang berbeda penulis beserta staf dan anggota juga mendaki Wae Rebo selama 3 jam perjalanan menanjak dan akhirnya menemukan kehidupan desa tradisional yang masih jauh dari isue modernisasi dan kebudayaan kekinian. Penulis berdialog dengan penghuni rumah adat, ketua, tokoh adat dan turis manca negara yang menginap di rumah adat yang tidur hanya beralaskan tikar dan bantal tipis.

Tamu turis Wae Rebo yang datang hari itu adalah rombongan Jepang, Jerman, Bulgaria, Inggris, dan China. Hampir semua turis mengakui Provinsi NTT hebat -bisa mempertahankan kultur nenek moyang.

Dalam obrolan santai sambil menyeruput kopi kampung Wae Rebo, penulis bertanya dari mana mereka mengetahui keberadaan Wae Rebo, hampir semua jawaban sama bahwa mereka mendapatkan informasi Wae Rebo dari kerabat atau teman mereka yang pernah terlebih dahulu berkunjung kesana, dari WA forum chating media sosial atau guide turis Indonesia yang pernah membawa teman atau kerabat mereka.

Menghadapi realita dan situasi seperti itu maka penulis berfikir sang boneka berbulu emas ini masih tersimpan di lemari kayu. Belum dipoles dan ditaruh di lemari kaca, baik di ruang publik ataupun di dumay. Sehingga penulis mencoba membagi beberapa pemikiran inspiratif inovatif yang mungkin perlu kita pertimbangkan untuk menjadi push factor pengembangan pariwisata yang akan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi NTT dan terpeliharanya keamanan yang kondusif.

Pertama, karena yang trending adalah wisata laut, maka untuk keamanan wisata ada beberapa langkah yang harus dilakukan, di antaranya mencegah semaksimal mungkin kejahatan di laut, utamanya kasus pencurian ikan, fokus beratnya adalah penangkapan ikan dengan penggunaan bahan peledak-bom ikan Anfo (Amunium nitrat and flame oil) dan bahan bahan lain, termasuk pembiusan ikan dengan potasium. Standar operasional prosedurnya adalah dengan melakukan patroli gabungan dengan TNI didukungan serta sosialisasi simultan dari masyarakat lokal.

Kedua, untuk mencegah kerusakan lingkungan di bawah laut hendaknya tempat lokasi penyelaman dipasang mouring (bui) khusus di Labuan Bajo semua spot selam yang menarik harus di pasang mouring tambat perahu. Dengan mouring maka semua kapal penyelam tidak akan membuang jangkar sehingga keaslian serta keindahan alam terumbu karang dapat dipertahankan.

Ketiga, mengontrol secara cermat kapal-kapal, yacth dan phinisi yang masuk ke Labuan Bajo serta membuat peraturan komprehensif yang mendukung serta dapat memberikan masukan tambahan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Labuan Bajo.

Keempat, pemerintah daerah harus mulai menggandeng investor untuk membangun daerah khususnya tujuan wisata NTT. Sang boneka berbulu emas harus dikeluarkan dari lemari kayu. Harus mulai kita sisir, kita bedaki, kita poles dan kira taruh di lemari kaca kristal yang bisa dinikmati orang banyak, dan sang majikan kita harapkan akan menjadi kaya dan makmur. Jayalah Flobamora.

Kelima, pemerintah tingkat provinsi sampai kabupaten kota membangun jaringan turisme global dengan membuat website dan block site serta membuat buletin travel di berbagai maskapai penerbangan dan hotel hotel berbintang internasional. (*)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved