Breaking News:

Aniaya Anak Dibawah Umur, Oknum ASN di Lembata Diancam 5 Tahun Penjara

Akibat aniaya Anak dibawah umur, oknum ASN di Lembata diancam 5 tahun penjara

Aniaya Anak Dibawah Umur, Oknum ASN di Lembata Diancam 5 Tahun Penjara
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Para saksi kasus penganiayaan terhadap MRS sedang memberikan keterangan di Ruangan Unit PPA Polres Lembata, Jumat (29/11/2019) pagi.

Akibat aniaya Anak dibawah umur, oknum ASN di Lembata diancam 5 tahun penjara

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Oknum aparatur sipil negara ( ASN) di lingkup Setda Kabupaten Lembata, Abdullah Syukur Wulakada dipolisikan karena diduga melakukan penganiayaan terhadap anak dibawah umur, MRS (17) pada Kamis (28/11/2019) sekitar pukul 20.00 Wita.

MRS yang masih duduk di bangku kelas 1 di salah satu sekolah negeri di Kota Lewoleba ini mengalami luka memar di bagian hidung, lutut dan menderita luka dalam di bagian perut. Korban langsung divisum semalam.

Fokus Group Discussion UT: Grand Design dan Mimpi Masa Depan UT 2045

Ayah dan keluarga korban langsung melaporkan perbuatan penganiayaan ini di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lembata pada Jumat (29/11/2019) pagi.

Pihak kepolisian pun langsung memeriksa korban dan mengambil keterangan dari para saksi.

Wens Muda, salah satu keluarga korban, menyebutkan kejadian ini bermula dari MRS yang menjalani hubungan pacaran dengan anak perempuan Syukur.

Pangkas Rambut Digital Talepo Cuts Hadir di Kota Kupang

Diketahui, pada Senin (25/11/2019), MRS bertemu dengan pacarnya di rumah Syukur di kawasan Lamahora atas permintaan dari pacarnya juga.

Tak terima dengan hubungan pacaran keduanya, Syukur dan keluarganya bermaksud bertemu dengan MRS dan keluarganya.

Wens mengatakan pihak keluarga pun sudah berniat baik bertemu keluarga perempuan di Rumah Ahmad Wulakada atau ayah dari Syukur di Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata.

"Kami sudah niat baik mau bertemu supaya kita omong baik-baik karena anak kami juga sudah salah, jadi kami bapak besarnya diutus duluan untuk komunikasi awal tapi pihak keluarga perempuan mau langsung bertemu dengan MRS dan bapaknya," ungkap Wens ditemui di Polres Lembata, Jumat (29/11/2019).

Halaman
1234
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved