Warga Mauponggo di Nagekeo Keluhkan Anjloknya Harga Cengkeh

Warga Kecamatan Mauponggo di Kabupaten Nagekeo keluhkan anjloknya harga cengkeh

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Petani saat menjemur Cengkeh di Kampung Woloyabu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Selasa (5/11/2019) 

Warga Kecamatan Mauponggo di Kabupaten Nagekeo keluhkan anjloknya harga cengkeh

POS-KUPANG.COM | MBAY - Sejumlah petani Cengkeh di Kampung Woloyabu Desa Selalejo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, mengeluh karena harga Cengkeh anjlok.

Petani sangat tidak merasa bahagia ketika memanen Cengkeh tahun ini. Pasalnya harga Cengkeh saat ini hanya 52.000 per kilo gram.

Vitalis (45) Petani Cengkeh asal Kampung Woloyabu, Kecamatan Mauponggo, mengaku harga komoditas Cengkeh saat ini tengah anjlok yaitu di Rp 52.000/kg untuk Cengkeh kering.

Penggunaan Dana Kelurahan di Oesao Diarahkan ke Pemberdayaan Ekonomi dan Pembuatan Jalan

Vitalis mengaku kondisi itu jelas merugikan sebagian besar kalangan petani Cengkeh.

Vitalis mengatakan harga Cengkeh kering pada panen raya dua tahun sebelumnya 2017 dan 2018 mencapai Rp 90 ribu/kg hingga Rp 120/kg.

"Kita simpan saja tidak mau jual. Kalau hitung biaya semua, kita rugi dengan harga ini. Harga dua tahun sebelumnya lebih bagus daripada harga sekarang," ungkap Vitalis (45), ketika dihubungi POS-KUPANG.COM, Selasa (5/11/2019).

Partai Gerindra Belu Masih Komunikasi Lintas Parpol Untuk Berkoalisi

Menurut Vitalis, dirinya tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab merosotnya harga Cengkeh tahun ini.

Kondisi tersebut jelas membebani petani cengkeh. Sebab, harga saat ini tak sesuai dengan harapan petani.

"Harga cengkeh tidak sesuai harapan. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Selama ini, kita menjualnya ke tengkulak. Jadi harganya disesuaikan dengan penawaran dari tengkulak dan ditentukan semau mereka," ungkap Vitalis.

Vitalis mengatakan, mayoritas warga di wilayahnya memiliki kebun Cengkeh dan setiap pohon yang usia remaja atau umurnya antara 15-20 tahun, baru bisa menghasilkan bunga cengkeh. Dalam setiap pohon, hasilnya variatif. Yakni antara 20 sampai 30 kilogram per pohonnya.

Ia mengaku, jika pohonnya yang berusia dewasa, hasilnya bisa menembus 1 (satu) kuintal dalam sekali panen. Untuk menghasilkan cengkeh kualitas bagus, para petani harus menjemurnya terlebih dahulu di bawah sinar matahari yang sempurna.

"Kalau di sini biasanya petani menjemurnya antara empat sampai lima hari. Sedangkan di wilayah yang suhunya lebih dingin, bisa dijemur sampai sepekan,"jelas Vitalis.

Warga lainnya, Santus (40) mengatakan, anjloknya harga cengkeh membuat petani di wilayahnya merugi.

Sebab biaya yang dikeluarkan untuk upah tenaga kerja, serta biaya makan dan minum selama proses panen berlangsung, tidak sebanding dengan pemasukan dari menjual cengkeh.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved