Kisah Pelaku dan Korban Pembantaian Massal Pasca G30S/PKI 1965: Mereka Ditembak dari Belakang

terjadi pembantaian massal terhadap masyarakat tertuduh sebagai anggota atau antek-antek PKI. Diperkirakan 500 ribu orang terbunuh lalu dikuburkan

Kisah Pelaku dan Korban Pembantaian Massal Pasca G30S/PKI 1965: Mereka Ditembak dari Belakang
Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo, Jumat (29/9/2017) malam, ikut nonton bareng film G30S/PKI di halaman Markas Korem 061 Suryakencana, Bogor. 

POS-KUPANG.COM - Besok 30 September 2019 merupakan peringatan G30S/PKI yang ke-54, di mana PKI membunuh 7 jenderal Indonesia dan membuang jasad mereka di Lubang Buaya.

Pasca kejadian itu, terjadi pembantaian massal terhadap masyarakat yang tertuduh sebagai anggota atau antek-antek PKI. Diperkirakan 500 ribu orang terbunuh lalu dikuburkan secara massal.

BBC News Indonesia pada 3 Juni 2016 mempublikasi cerita tentang para korban dan pelaku pembantaian tahun 1965-1966 itu, berikut ini.

Pemerintah Indonesia melancarkan penyelidikan terhadap salah satu pembantaian terburuk pada abad ke-20.

Beberapa sejarawan memperkirakan bahwa pembunuhan terorganisir pada 1965 telah menewaskan setidaknya setengah juta orang yang diduga simpatisan komunis.

Seperti dilaporkan Rebecca Henschke dan Haryo Wirawan, banyak orang tidak ingin masa lalunya diungkap.

Radim mengatakan, ia dulu terlalu takut untuk mengungkapkan kejadian yang dia saksikan.
Radim mengatakan, ia dulu terlalu takut untuk mengungkapkan kejadian yang dia saksikan. (BBC News Indonesia)

Di tengah hutan jati Alas Jegong, di pinggiran Kota Pati, Jawa Tengah, Radim, seorang pria kurus berusia 70 tahunan, memberitahu saya dengan mata membelalak tentang apa yang dilihatnya terjadi di sini suatu malam pada 1965. "Mereka datang dengan gerobak yang ditarik oleh sapi," katanya.

"Tangan mereka diikat dengan tali. Mereka kemudian ditembak dari belakang oleh tentara dan menendangnya ke lubang di sini."

Dia menunjuk ke tanah yang kini bersaput dedaunan. Sesekali Radim menengok ke sekitar, terlihat seperti tidak tenang.

Ini kejadian yang dia ingat betul seolah-olah baru terjadi kemarin, namun belum pernah dia berani ungkapkan terbuka sebelumnya.

Halaman
1234
Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved