Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad Sebut Nonton Drama Korea Kafir, Begini Catatan KH Imam Jazuli Pengurus PBNU

Ustadz Abdul Somad Sebut Nonton Drama Korea Kafir, Begini Catatan KH Imam Jazuli Pengurus PBNU

Editor: Hasyim Ashari
Youtube Ustadz Abdul Somad Official
Ustadz Abdul Somad Sebut Nonton Drama Korea Kafir, Begini Catatan KH Imam Jazuli Pengurus PBNU 

Tersebarnya ceramah-ceramaah keagamaan UAS melalui media sosial bisa dikatakan jasa orang-orang kafir yang menciptakan teknologi.

Kesenian dan teknologi tidak punya agama.

Karenanya, da’i-da’i selebritis harus lebih seksama berfatwa, apalagi memanfaatkan ayat al-Quran dan Hadits Nabi tanpa didukung referensi yang kokoh, baik dari sumber klasik dan modern.

Fatwa macam itu akan merugikan Islam, mereduksi pemikiran keislaman, dan pucaknya mencemarkan nama baik umat Islam.

Rasulullah saw telah mengingatkan:

“man fassaral qur’ana bi ra’yihi fal yatabawwa’ maq’adahu minan nar (barang siapa menafsiri al-Quran dengan akal pikirannya, maka ambillah tempat duduk di neraka),” (HR. Tirmidzi). Pikiran yang dimaksud dalam hadits adalah nafsu syahwat, tanpa ilmu pengetahuan, tanpa hidayah Tuhan.

UAS tampak terburu-buru.

Ramalan Zodiak Hari ini Rabu 11 September 2019, Aries Sibuk, Gemini Semangat, Sagitarius Bijaksana

VIDEO: Lima Rumah Warga di Sumba Timur Ludes Terbakar, Sumber Api dari Padang Hepa. Ini Videonya

Kesannya, ia ingin menghakimi layaknya seorang mujtahid.

Dengan amat mudahnya dia mengatakan penggemar drama Korea sebagai bagian dari kafir.

Padahal, landasan al-Quran dan Haditsnya tidak kuat. Dalil-dalilnya masih kontroversial di kalangan para ulama hadits sendiri.

Ditambah lagi, orang-orang abad modern memaknai seni dan kesenian jauh melampaui pikiran UAS. Seni tidak punya agama.

Seni lahir dari estetika, tentang keindahan dan keburukan, bukan tentang iman dan kafir.

Fenomena pendangkalan akidah, hukum fiqih, dan pemahaman keagamaan seperti ini secara umum akan terus berulang, berkali-kali.

Ulama-ulama besar dan pondok-pondok pesantren harus segera ‘turun gunung’ secara lebih massif lagi.

Fenomena ini hanya akan berakhir ketika Islam disebarluaskan oleh orang-orang berilmu luas, guru-guru agama yang mumpuni, bukan da’i-da’i selebritis yang mengejar popularitas dengan menebar kontroversi.

*Alumni Universitas al-Azhar, Mesir, Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Catatan KH Imam Jazuli Tentang Kontroversi Ceramah UAS, 

Editor: Husein Sanusi

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved