Kota Kupang Ranking 1 Penderita HIV/AIDS Kadis Kesehatan Minta Orangtua Lakukan Ini

Wilayah Kota Kupang ranking 1 penderita HIV/AIDS kadis kesehatan minta orangtua lakukan ini

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
drg. Retnowati Kadis Kesehatan Kota Kupang di ruang kerjanya, Senin (9/9/2019). 

Menurutnya, ada 3 cara prinsip dalam pencegahan penularan HIV, yaitu A, B, dan C atau dapat diartikan prinsip Abstinence, be faithfull, condom, dan no drugs.

Retno menjelaskan, Abstinence berarti tidak berhubungan dengan orang lain selain pasangan, B dari be faithfull saling setia terhadap pasangannya, dan C condom, menggunakan kondom jika pasangan kita mengidap HIV/AIDS atau jika kita tidak yakin terhadap pasangan kita. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

21 Ribu Teridentifikasi HIV/AIDS

Jumlah itu meeupakan data dari Dinas Kesehatan Baliumlah.

Dimana diawbutkan bahwa kasus penderita HIV/AIDS di Bali hingga Maret 2019 berjumlah 21.018 orang.

Upaya penanggulangan penyebaran HIV/AIDS ini sepatutnya melibatkan berbagai pihak, salah satunya desa adat yang harus banyak dilibatkan.

Terlebih penyebarannya juga sudah berada di desa-desa.

Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet (Ratu Aji) meminta agar menutup tempat-tempat prostitusi seperti kafe remang-remang di wilayah desa adat yang berpotensi menjadi tempat penularan HIV/AIDS.

Pihaknya menyambut baik kegiatan yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali dengan melibatkan kader-kader desa Peduli AIDS. Menurutnya, angka penderita yang mencapai 21 ribu sangat memprihatinkan.

Bali sudah masuk lima besar penderita HIV/AIDS di Indonesia. Dari 21 ribu itu, 90 persen merupakan krama Bali.

Dikatakannya, yang bisa dilakukan saat ini adalah pertama, stigma buruk, memalukan, dan mengerikan tentang penyakit HIV/AIDS ini harus diakhiri, karena HIV/AIDS tidak berbeda dengan penyakit Hepatitis B atau Hepatitis C yang cara penularannya sama.

Kini obat bagi penderitanya sekarang juga sudah ada, yaitu ARV (Anti Retro Viral).

Meski obat ini harus diminum seumur hidup, hal ini berarti sama saja dengan penderita diabetes yang memakai insulin.

"Karena dia belum bisa sembuh 100 persen, maka penderita harus meminum tablet atau dengan injeksi insulin seumur hidup," ujarnya saat ditemui dalam Lokakarya Forum Kader Desa Peduli AIDS (KDPA) di Kantor BPSDM Provinsi Bali, Rabu (4/9/2019).

Kedua, dalam pencegahannya, desa adat harus lebih berperan aktif dalam memberantas HIV/AIDS ini.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved