Kota Kupang Ranking 1 Penderita HIV/AIDS Kadis Kesehatan Minta Orangtua Lakukan Ini
Wilayah Kota Kupang ranking 1 penderita HIV/AIDS kadis kesehatan minta orangtua lakukan ini
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
Padahal berdoa bersama merupakan momen yang bagus, sekaligus menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak.
Fungsi sosial-budaya. Menurutnya orangtua punya kewajiban mengajarkan nilai-nilai dan norma sosial dan budaya dalam masyarakat. Tidak hanya itu orangtua juga harus mempu memberikan teladan.
Fungsi cinta dan kasih sayang. Retno mengatakan. Ketika seorang anak tidak mendapatkan cinta dan kasih sayang di rumah maka anak akan rentan untuk mencari kesenangan di luar rumah dan sangat berbahaya ketika dia menjumpai seseorang di luar yang punya niat buruk.
Fungsi perlindungan. "Ini penting untuk diperhatikan. Keluarga harus jadi tempat untuk berlindung bagi anak-anak. Apapun yang dia alami di akan kembali ke keluarga. Dia harus nyaman dan dekat dengan keluarga," ungkapnya.
Fungsi reproduksi. Retno menjelaskan dalam tahap anak-anak harus diberi pendidikan seksualitas, terutama ketika mulai memasuki usai remaja.
Menurutnya masa puber merupakan masa yang cukup rawan kalau anak-anak dibiarkan dan tidak diperhatikan oleh orangtua atau keluarga. Bahayanya mereka akan terjerumus pada gaya pacaran yang tidak sehat dan dampak lain yang lebih buruk akan mengikuti
Fungsi sosial dan pendidikan. Menurutnya anak-anak harus diajarkan untuk bersosialisasi. Bagaimana bersikap dengan orang lain, sahabat, kenalan, orang baru, orang yang lebih tua. Ia menjelaskan, keluarga merupakan media pembelajaran yang pertama dan orangtua wajib memberi contoh yang baik.
Fungsi ekonomi. Retno mengatakan, dalam keluarga perlu ada pembagian tugas. "orangtua sudah jelas. Nah anak-anak beri mereka tugas agar mereka kreatif melakukan banyak hal. Juga beri wadah dan ruang agar mereka kembangkan bakat. Sehingga mereka juga bisa bisa belajar menghasilkan sesuatu yang berguna," ungkapnya.
Dan yang terakhir, kata Retno yaitu fungsi lingkungan. Retno mengatakan, anak-anak harus diajari untuk mencintai lingkungan sekitar. Orangtua diharapkan memberikan pengetahuan tentang dampak dari lingkungan yang buruk, kotor dan lain-lain. "Lingkungan yang aman dan bersih tentu memberi kenyamanan bagi keluarga terutama anak," pungkasnya
Paling Banyak HIV
Wilayah Kota Kupang menempati urutan pertama penderita HIV/AIDS terbanyak di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT).
Dinas Kesehatan Kota Kupang, mendata jumlah penderita HIV/AIDS di Ibu Kota Provinsi NTT itu per Juli 2019 mencapai 1.509 orang.
Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati diwawancarai POS-KUPANG.COM, Senin (9/9/2019) menjelaskan, dari jumlah 1.509 penderita tersebut 1.069 merupakan penderita HIV dan sisanya, 440 penderita AIDS.
Ia mengatakan, baik penderita HIV maupun AIDS, sebagian besar berada pada rentang usia 25 sampai 49 tahun dan dominan tertular melalui hubungan seks.
Padahal kata dia, berbagai macam sosialisasi sudah terus menerus dilakukan oleh Dinkes Kota Kupang serta LSM untuk menekan penyebaran HIV-AIDS.