BREAKING NEWS: Jasad Bayi Dugaan Malpraktek di RS Leona Diautopsi, Orangtua: Kami Cari Keadilan

BREAKING NEWS: Jasad Bayi dugaan malpraktek di RS Leona Kefamenanu diautopsi, orangtua: kami cari keadilan

BREAKING NEWS: Jasad Bayi Dugaan Malpraktek di RS Leona Diautopsi, Orangtua: Kami Cari Keadilan
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kubur korban yang dibongkar oleh anggota Polres TTU guna dilakukan proses autopsi di Bansone, Kamis (5/9/2019). 

BREAKING NEWS: Jasad Bayi dugaan malpraktek di RS Leona Kefamenanu diautopsi, orangtua: kami cari keadilan

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Tonci Moni, orangtua korban kasus dugaan malpraktek di Rumah Sakit Leona, mengatakan proses autopsi yang dilakukan oleh Polres TTU bersama tim forensik Mabes Polri dilakukan atas permintaan keluarga.

Pasalnya, keluarga menduga kematian korban disebabkan oleh malpraktek yang diduga dilakukan oknum petugas medis di Rumah Sakit Leona.

Pemkot Kupang Gelar FGD Tata Guna Lahan dan Pertanian Berkelanjutan

Tonci mengatakan, senenarnya dirinya tidak mempermasalahkan semua petugas medis yang bekerja di rumah sakit swasta itu. .

Namun yang membuat dirinya sangat kesal dan kecewa terhadap oknum petugas medis yang pada saat itu menangani korban.

"Tapi, saya kesal dan kecewa dengan oknum yang menangani dan menolak saat kondisi anak saya sedang kritis," kata Tonci kepada Pos Kupang, Kamis (5/9/2019).

BREAKING NEWS: Setelah Diperkosa, Gadis Yatim Piatu 13 Tahun di TTS NTT Dibiarkan di Hutan

Tonci mengungkapkan, proses autopsi yang dilakukan oleh Polres TTU dan tim forensik dari Mabes Polri dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Selain itu, tegas Tonci, proses autopsi juga dilakukan sebagai upaya dari pihak keluarga untuk mencari keadilan atas kematian anaknya.

"Otopsi hari ini kami keluarga lakukan hanya untuk mencari keadilan," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres TTU AKP. Tatang Prajitno Penjaitan mengatakan, pihaknya akan segera melakukan autopsi terhadap jasad korban.

Tatang menjelaskan, kegiatan uutopsi terhadap jasad dilakukan untuk mengetahui penyebab dari kematian korban. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved