BREAKING NEWS: Setelah Diperkosa, Gadis Yatim Piatu 13 Tahun di TTS NTT Dibiarkan di Hutan

BREAKING NEWS: setelah diperkosa, gadis yatim piatu 13 tahun di TTS NTT dibiarkan di hutan

BREAKING NEWS: Setelah Diperkosa, Gadis Yatim Piatu 13 Tahun di TTS NTT Dibiarkan di Hutan
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Bupati Tahun didampingi Plt Kabid perlindungan perempuan dan anak, Sesdiyola Kefi sedang berbincang dengan bunga, korban pemerkosaan. 

BREAKING NEWS: setelah diperkosa, gadis yatim piatu 13 tahun di TTS NTT dibiarkan di hutan

POS-KUPANG.COM | SOE - Sebut saja namanya Bunga, gadis 13 tahun, anak yatim piatu dari Kabupaten TTS menjadi korban pemerkosaan Aprianto Taneo pria asal Desa Oepliki, Kecamatan Noebeba. Usai melampiaskan napsu bejatnya, Bunga ditinggalkan di dalam hutan sendirian.

Kejadian tragis ini dialami bunga terjadi pada 24 Agustus malam. Bunga yang menghadiri acara pesta di rumah Abraham Sakan ditarik paksa oleh Pelaku dibantu teman pelaku bernama Ori Benu ke arah hutan yang tak jauh dari lokasi pesta sambil membekak mulut korban.

Penjelasan Polisi: Dua Balita di Kota Kupang NTT Diduga Tewas Akibat Luka Bacok di Kepala

Mahasiswa Unflor Dampingi Warga Desa Wolofeo Untuk Penggunaan Pupuk Organik

Usai sampai di dalam hutan, Ori Benu meninggalkan korban dan pelaku di dalam hutan. Sambil membekap mulut korban, pelaku mengancam akan membunuh korban jika korban berteriak. Pelaku lalu memperkosa korban sambil terus membekap mulutnya. Usai melampiaskan nafsunya, pelaku langsung meninggalkan korban sendirian di dalam hutan.

Keesokan harinya, korban ditemukan oleh tantanya, Mencu Talaen di dalam hutan sendirian.
Kepada tantanya, korban mengaku sudah diperkosa oleh Aprianto. Kasus tersebut lalu dilaporkan kepada ketua RT setempat namun didiamkan.

Wabup Kupang Nilai Sudah Waktunya NTT Miliki Kodam

Penjabat Sekda Manggarai Sebut Usul Formasi CPNS Menunggu Keputusan BKN

Kesal karena tidak ada tanggapan dari ketua RT, pada Kamis (5/9/2019) Mencu lalu melaporkan kasus tersebut kepada Plt Kabid perlindungan perempuan dan anak, Sesdiyola Kefi.

Mendapat informasi tersebut, Sesdiyola langsung bergerak menuju Desa Oepliki untuk menjemput korban agar dibawa ke rumah aman. Kasus tersebut sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan saat ini pelaku sementara diburu.

Kepada pos kupang.com di rumah aman, korban mengaku, belum lama mengenal pelaku. Saat dibawa ke hutan, dirinya sempat melawan, namun kalah tenaga dengan pelaku. Kedua tangannya dipegang dan mulutnya dibekap sambil terus menyeret korban ke arah hutan.

" Saya mau melawan tapi tidak kuat. Mereka pegang tangan saya dan tutup mulut saya. Sampai di hutan, pelaku ancam mau bunuh saya kalau saya teriak. Setelah itu dia langsung memperkosa saya," tutur korban.

Plt Kabid perlindungan perempuan dan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten TTS, Sesdiyola Kefi mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan kepada korban hingga proses persidangan berakhir. Besok, rencananya korban akan divisum di RSUD Soe. Selain itu, pihak juga akan mendampingi korban dalam mengikuti proses hukum.

Penjabat Sekda Manggarai Sebut Usul Formasi CPNS Menunggu Keputusan BKN

" Untuk sementara korban akan tinggal di rumah aman dalam pengawasan kita. Selain itu, kita juga akan melakukan pendampingan kepada korban," ujar Sesdiyola.

Kasus pemerkosaan yang dialami bunga menarik perhatian Bupati TTS, Egusem Piether Tahun. Kamis Sore, Bupati Tahun menyempatkan diri melihat kondisi korban di rumah aman. Dalam kesempatan tersebut Bupati Tahun memberikan penegasan untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus pemerkosaan anak dibawa umur.

Dirinya marah mendengar tidak ada tanggapan cepat dari pihak pemerintah desa maupun kecamatan setempat terhadap kasus yang dialami bunga.

Dirinya mengancam, akan mencopot Kades atau camat yang sengaja mendiamkam kasus pemerkosaan anak dibawah umur. Dalam waktu 1kali 24 jam, kasus pemerkosaan anak di bawah umur harus sudah dilaporkan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten TTS.

" Korban akan kita lindungi dan berikan pendampingan selama mengikuti proses hukum. Kita akan keluarkan surat edaran untuk memberikan penegasan kepada para camat dan kades agar lebih pro aktif menanggapi kasus seperti ini. Kades atau camat yang sengaja diamkan kasus ini, akan kita BAP sebelum kita berikan sangsi tegas," ungkap Bupati Tahun. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved