VIDEO: Renduwawo Butuh Air Bersih, Tapi Pemerintah Desa Tak Bisa Apa-apa. Ini Pernyataan Kades
VIDEO: Renduwawo Butuh Air Bersih, Tapi Pemerintah Desa Tak Bisa Apa-apa. Kenyataan ini dialami warga desa itu selama ini.
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Frans Krowin
VIDEO: Renduwawo Butuh Air Bersih, Tapi Pemerintah Desa Tak Bisa Apa-apa. Ini Pernyataan Kades
POS-KUPANG, MBAY -- VIDEO: Renduwawo Butuh Air Bersih, Tapi Pemerintah Desa Tak Bisa Apa-apa. Ini Pernyataan Kades.
Selama ini, masyarakat Desa Renduwawo, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT, sangat membutuhkan air bersih.
Tapi, sampai dengan detik ini, tak ada satu pihak pun yang mampu memberikan jawaban untuk mengatasi kesulitan warga tersebut.
• VIDEO: Susahnya Warga Renduwawo, Flores, Air Kotor Terpaksa Diminum. Menyedihkan
• VIDEO: Bintang Toedjoe Kerja Sama dengan Tribunnews Berbagi Kebaikan di Perayaan Kurban
• VIDEO: Presiden Jokowi Menyapa Prabowo Sebagai Sahabat di Depan Megawati Soekarnoputri. Ini Videonya
Keluhan serupa datang dari Kepala Desa Renduwawo, Theodorus Aru. Dia mengakui bahwa selama ini mayoritas warga di desa itu sangat sulit mengakses air bersih.
Saat ini warga yang bergantung pada embung Wololuba yang letaknya sekitar 1 km dari desa itu.
Ironisnya, untuk mendapatkan air kotor yang terpaksa diminum, warga harus berebutan dengan ternak, tatkala mau mengambil air dari embung tersebut.
Meski air keruh, warga Desa Renduwawo Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Flores itu, tetap mengambilnya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, baik untuk memasak, minum maupun untuk kebutuhan kamar mandi.
Kades Theodorus mengatakan, penduduk di desa itu sebanyak 853 orang. Mayoritas warga itu kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
Pemerintah desa, katanya, tidak bisa berbuat apa-apa karena terbatasnya anggaran di desa itu.
• VIDEO:Tim Bareskrim Polri Selidiki Kebakaran di Polda NTT. Lihat Videonya
• VIDEO: Golkar NTT Gelar Student Goes To Parlement. Lihat Videonya
• VIDEO: Bupati Belu dan Dandim Tak Takut Lumpur. Masuk Sawah Tanpa Sepatu. Ini Videonya
Berharap dari Pemerintah Kecamatan Aesesa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, juga tak ada jawaban. Dan, masyarakat tetap mengonsumsi air kotor walau itu berbahaya bagi kesehatan.
Teodorus menyebutkan semua warga di Desa Renduwawo, Kecamatan Aesesa Selatan itu, rata-rata menggunakan air embung itu untuk konsumsi. Sebab masyarakat tak punya pilihan untuk mendapatkan air bersih.
Sekarang ini, katanya, pihaknya sedang berupaya untuk membangun bak penampungan air hujan (PAH) dan membangun pipa dari embung menuju bak yang telah disediakan.
Pihaknya optimis, warga desa itu pasti mendukung apa yang dilakukan. Hanya saja, pihaknya berharap ada kucuran dana dari atas, untuk membantu pembangunan bak penampung air hujan yang akan segera dilakukan itu.
Ia menjelaskan yang bisa membeli air dari mobil tangki, hanyalah pegawai negeri sipil (PNS) yang berdomisili di desa itu. Selebihnya, hanya mengandalkan air dari embung tersebut.