Opini Pos Kupang
Opini Pos Kupang, 16 Juli 2019 : Bupati Mabar Siapa Yang Pantas
Banyak kalangan menduga elektoralitas legislatif paralel dengan elektoralitas bupati dan wakil bupati. Padahal dua hal itu konteksnya berbeda.
Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat, hendak kosongkan penduduk di Pulau Komodo agar biawak raksasa itu kembali ke dunia asalinya, liar, ganas dan malas. Tampaknya Presiden terpilih Jokowi setuju.
Reaksi masyarakat lokal sporadik. Intinya tidak setuju relokasi penduduk yang sudah turun-temurun tinggal di pulau itu.
Kota Labuanbajo, crowded, kumuh di pesisir, padat lalu lintas manusia kendaraan pejalan kaki, hilir mudik tentu arah dan bahkan lainnya tak jelas arah.
Fasilitas air minum, listrik, telekomunikasi, dan jalan raya berjejaring laba-laba dari dan ke Labuanbajo, belum tuntas. Harga tanah pun gila-gilaan, nyaris orang "gila" seperti gila sungguhan.
Pada satu lokasi yang sempat ditanya, diperoleh informasi, harga tanah sudah 2,5 juta permeter. Tanah di pebukitan, jauh lebih mahal lagi.
Tebing di sekitar Labuan Bajo, tidak lagi menjadi tempat angker sebagaimana sebelumnya, tetapi sudah menjadi kawasan pesona, disulap jadi lokasi romantis yang menyanyikan lagu sunyi dalam senyap keheningan imajinasi.
Intinya, harga tanah melangit, urusan di bawah langit, Labuan Bajo masih biasa-biasa. Lenggang kangkung.
Arus wisatawan, kian menderas. Kelakuan penduduk asli, gelisah karena ikut mematok model diri mengikuti modesta potongan wisatawan. Rambut diplintir, nyaris jarang cuci.
Pertemuan-pertemuan penting para tokoh strategis dan taktis, digelar pula di sana. Para kesohor seperti Valentino Rossi juga datang ke sana.
Para bintang sinetron, pejabat, politisi, orang kaya, calo tanah, mafia dan lain-lain menumpuk ke situ, untuk mematok pilar-pilar kemungkinan peluang bisnis. Lainnya, bule kawin dengan penduduk lokal sebagai metode mendapatkan lahan.
Selain lahan tanah didapat, lahan badan juga diraih dengan gelombang waktu yang tak menentu.
Di tengah itulah kita mendapat sejumlah nama calon bupati pengganti Agustinus Dula. Bupati Gusti dua periode, sudah membangun seperlunya dan secukupnya sesuai kapasitas yang dimilikinya. Nama-nama baru tampil ke panggung gosip.
Disebutkan, Maria Geong, PhD, kini Wakil Bupati disebut-sebut akan maju. Dia cerdas, lurus dan santun, tetapi linking politik ke partai masih harus diperjuangkan.
Disebut pula nama Fidelis Pranda, mantan Bupati Perdana Mabar itu, konon masih dirindui rakyat Mabar. Ada pula Bernard Barat Daya, doktor hukum, mantan aktivis.
Muncul juga Ir. Ferdy Pantas, Alumnus UGM Yogya, cerdas dan cemerlang, tetapi linking ke partai masih perlu dicari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pius-rengka_20150926_110136.jpg)