VIDEO: Sudah 2 Tahun Murid SD Mbinu Dita, Sumba Timur Bersekolah di 'Kandang Ternak'

VIDEO: Sudah 2 Tahun Murid SD Mbinu Dita Sumba Timur Bersekolah di 'Kandang Ternak'

Jarak sekitar 30 meter sebelah utara dari pada bangunan itu, terdapat sebuah bangunan darurat dan tak layak untuk menjadi proses belajar mengajar. Bangunan itu, berukuran sekitar 8x5 meter.

Bangunan itu terbuat dari atap alang-alang yang sudah mulai berlobang-lobang bekas alang-alang tertiup angin, dinding dari palupu bambu yang berlubang-lubang, tanpa jendela dan lantainya hanya beralaskan tanah.

Di area sekeliling bangunan darurat itu, dihiasi rumput padang ilalang yang mulai mengering. Kondisi pada bangunan itu juga rupanya belum ditempati para siswa dan guru untuk proses belajar mengajar.

Kondisi SD Mbinu Dita, di Kabupaten Sumba Timur, NTT
Kondisi SD Mbinu Dita, di Kabupaten Sumba Timur, NTT (POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO)

Orang tua murid sekaligus Tokoh masyarakat Desa Mbinu Dita Apryanto Hangga (39) ketika ditemui POS-KUPANG. COM di lokasi sekolah itu, Jumat (5/7/2019) mengatakan, SD paralel Mbinu Dita merupakan mekar dari tiga sekolah Induk yakni dari SDN Waitama, Desa Tandulajangga, SDN Praipaha di Desa Praipaha, dan SD Maradadita.

Apryanto mengatakan, dimekarkan dari tiga sekolah induk, sebab sejauh ini para siswa khususnya di kelas 1 dan 2 sangat jauh menempuh jarak sekitar 5 Kilometer bahakan hingga 6 kilometer menuju SD Maradita untuk bersekolah di tiga sekolah induk itu.

Karena kondisi jarak yang begitu jauh, kata Apryanto banyak sekali anak-anak mereka di desa Mbinu Dita untuk melanjutkan sekolah ke kelas lebih tinggi, sebab kondisi jarak yang jauh membuat anak-anak terutama kelas awal jarang masuk sekolah Karena kecapean.

Selain itu, karena kondisi jarak yang jauh dan banyak absen maka banyak anak juga tahan kelas.

VIDEO: Benarkah Ada OTT di PMD Sumba Barat Daya? Begini Penjelasan Kepala Dinasnya

VIDEO: Evakuasi Perempuan Korban Lakalantas di Kefamenanu Oleh Wadansatgas Yonmeks 741/GN

Karena merasa prihatin dengan kondisi anak mereka seperti itu, kata Apryanto, atas inisiasi masyarakat Desa Mbinu Dita, membuka SD Pararel Mbinu Dita untuk mengatasi persoalan itu, sebab dunia pendidikan sangatlah penting untuk membangun pribadi anak yang baik, serta membangun daerah dan Bangsa ini ke depan.

Apryanto juga mengatakan, SD Paralel tersebut dibangun sejak Tahun 2018 lalu. Untuk Tahun 2018 diterima hanya bagi siswa kelas 1, sedangkan pada Tahun 2019 ini kemungkinan besar akan diterima juga bagi siswa kelas 2.

"Kalau tahun pertama sesuai aturan dari Dinas Pendidikan itu dengan usia minimal 6 Tahun itu jumlah siswa 22 orang murid. Dan target pada tahun ini sesuai dengan data dan anak -anak yang ada di Desa Mbinudita 28 orang jadi total untuk 2 kelas ini sekitar lebih dari 50 orang siswa,"jelas Apryanto.

Halaman
123
Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved