Pemilu 2019

Pemilu 2019, Bawaslu NTT Periksa Tiga Saksi dari TTS Terkait Masuknya Noni Nope dalam DCT

Pemilu 2019, Bawaslu NTT Periksa Tiga Saksi dari Kabupaten TTS Terkait Masuknya Noni Nope dalam Daftar Calon Tetap (DCT)

POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Nabopolasar ST. Bansae dan beberapa rekan berada di Halaman Kantor Bawaslu NTT usai menjalani pemeriksaan, Senin (27/5/2019) 

"Jadi orang itu gugur, bukan berarti partai tetap ikut," ujarnya.

Dia mengakui, kasus itu telah diadukan juga ke MK melalui DPP Partai Berkarya.

Ketua DPC PBB TTS, Zulkifli Alimin yang juga sebagai salah satu saksi salam kaaua ini mengatakan, dirinya melihat kasus itu sebagai salah satu bentuk diskriminasi terhadap partai-partai politik lainnya di Kabupaten TTS.

"Yang jadi timbul pertanyaan kami, bahwa kenapa caleg itu bisa lolos dari DCS hingga DCT bahkan sampai dicetak dalam DCT," kata Zulkifli.

Ditanyai soal adanya surat dari KPU NTT soal caleg itu dinyatakan TMS, ia mengakui kondisi itu otomatis merugika partai lain termasuk PBB di TTS.

Ketua Bawaslu NTT, Thomas M. Djawa,S.H yang dikonfirmasi tidak berhasil, begitu juga Ketua KPU NTT, Thomas Dohu.

Namun, sebelumnya Juru Bicara KPU NTT, Yosafat Koli yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM saat Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 di Sahid T-More, Rabu (8/5/2019) malam, mengatakan KPU NTT telah mengeluarkan surat pada tanggal 8 Maret 2019 bahwa yang bersangkutan TMS.

Ditanyai apakah Noni A. Nope namanya terdapat juga di DCT, Yosafat mengatakan, diketahuinya bahwa yang bersangkutan TMS setelah penetapan DCT.

"Kita sudah keluarkan surat ke KPU TTS agar mengumumkan nama caleg itu sebagai calon TMS," kata Yosafat.

Dikatakan pengumuman itu disampaikan ke semua TPS untuk ditempel pada papan pengumuman DCT di setiap TPS.

Halaman
123
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved